Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Zahrotun Nafiah

Peran Guru dalam Pendidikan untuk Indonesia Emas 2045

Pendidikan | 2026-01-04 13:35:54
Sumber foto : Pinterest

Indonesia menatap tahun 2045 dengan harapan besar. Satu abad kemerdekaan bukan hanya momentum historis, tetapi juga menjadi titik penentu arah masa depan bangsa. Pada periode tersebut, Indonesia diproyeksikan menikmati bonus demografi, di mana mayoritas penduduk berada pada usia produktif. Kondisi ini dapat menjadi kekuatan luar biasa jika dikelola dengan baik. Namun sebaliknya, tanpa kesiapan sumber daya manusia yang berkualitas, bonus demografi justru berpotensi menjadi masalah. Dalam konteks inilah peran guru dalam pendidikan menjadi sangat krusial.

Guru merupakan ujung tombak pembangunan manusia. Peran guru tidak hanya sebatas menyampaikan materi pelajaran, tetapi jauh lebih luas sebagai pendidik yang membentuk karakter, pola pikir, dan nilai kehidupan peserta didik. Untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, guru memegang peran strategis dalam menyiapkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing global.

Salah satu peran utama guru adalah menanamkan pendidikan karakter sejak dini. Kemajuan teknologi dan arus globalisasi membawa perubahan besar dalam kehidupan generasi muda. Tanpa fondasi karakter yang kuat, peserta didik mudah terjebak dalam krisis moral, individualisme, dan lunturnya nilai kebangsaan. Melalui keteladanan, pembiasaan, dan integrasi nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran, guru berperan membentuk generasi yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.

Selain karakter, guru juga berperan penting dalam mengembangkan kompetensi abad ke-21. Generasi Indonesia Emas 2045 dituntut untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif. Guru perlu mengubah pola pembelajaran yang berpusat pada hafalan menuju pembelajaran yang mendorong siswa aktif berpikir, berdiskusi, dan memecahkan masalah. Dengan demikian, sekolah menjadi ruang pembelajaran yang relevan dengan tantangan kehidupan nyata.

Di era digital, guru juga dituntut untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Guru yang mampu memanfaatkan media digital, platform pembelajaran daring, dan sumber belajar terbuka akan membantu peserta didik menjadi pembelajar mandiri dan literat digital. Namun, di tengah kemajuan teknologi, peran guru sebagai pendidik yang humanis tetap tidak tergantikan. Guru berperan membimbing siswa agar menggunakan teknologi secara bijak, etis, dan bertanggung jawab.

Lebih dari itu, guru berperan sebagai agen perubahan sosial. Pendidikan tidak hanya bertujuan mencetak lulusan yang siap bekerja, tetapi juga melahirkan warga negara yang peduli terhadap lingkungan, keadilan sosial, dan persatuan bangsa. Melalui pembelajaran kontekstual, guru dapat menumbuhkan kesadaran kritis siswa terhadap berbagai persoalan bangsa serta mendorong mereka untuk berkontribusi dalam mencari solusi.

Namun, peran besar guru tersebut tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan yang memadai. Peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan, kesejahteraan yang layak, serta kebijakan pendidikan yang konsisten dan berpihak pada kualitas pembelajaran merupakan prasyarat penting. Guru yang dihargai dan didukung akan lebih mampu menjalankan perannya secara profesional dan berdedikasi.

Pada akhirnya, keberhasilan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas guru hari ini. Investasi terbesar bangsa seharusnya diarahkan pada penguatan peran guru dalam pendidikan. Sebab, di tangan guru, masa depan Indonesia sedang dibentuk; di ruang-ruang kelas, melalui nilai, ilmu, dan keteladanan yang ditanamkan kepada generasi penerus bangsa.

Ditulis oleh: Zahrotun Nafi’ah, selaku Mahasiswa S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Pamulang.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image