Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Ar Rifa Shofi Nur Aini

Good Attitude, Good Campus: Peran Mahasiswa dalam Menciptakan Lingkungan Akademik yang Nyaman

Eduaksi | 2026-01-30 19:41:19

Di era yang serba cepat dan penuh distraksi digital, mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademis, tetapi juga memiliki sikap dan karakter yang baik. Melalui podcast Good Attitude, Good Campus, podcaster Flora Septiani berbincang bersama Ibu Siti Hanah, SE, MM mengenai peran sikap siswa dalam menciptakan lingkungan akademik yang nyaman, khususnya di era overstimulated.

Sumber foto : @himas1akuntansi_unpam

Pentingnya Sikap Perbandingan Pencapaian Akademik

Di tengah kondisi seperti ini dalam kehidupan perkuliahan, menurut Ibu seberapa penting sikap siswa jika dibandingkan dengan prestasi akademik?

Menurut perspektif dan akademik profesional, sikap atau sikap siswa sama pentingnya, bahkan sering kali lebih penting dibandingkan pencapaian akademik atau IPK. Hal ini karena sikap membentuk karakter dan mempengaruhi interaksi sosial serta ketahanan mental. Pada akhirnya, sikap inilah yang menentukan keberhasilan jangka panjang di dunia kerja maupun dunia wirausaha. Kecerdasan saja tidak cukup tanpa kepribadian yang baik. Keseimbangan antara akademik dan sikap akan melahirkan peserta didik yang berkualitas secara utuh dan siap menghadapi tantangan dunia nyata yang sangat dinamis saat ini.

Mengapa Sikap Sangat Penting bagi Mahasiswa

Karena sikap mendukung keberhasilan akademik. Sikap positif membantu siswa fokus, mampu mengatasi stres saat ujian maupun dalam kesekharian, serta disiplin dalam belajar yang pada akhirnya berakhir pada prestasi yang lebih baik. Selain itu, kegiatan kampus seperti organisasi, misalnya di Himpunan Mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Pamulang, akan mengasah karakter seperti tanggung jawab, kepemimpinan, dan kemampuan adaptasi. Hal ini melengkapi ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh siswa.

Sikap Mahasiswa di Era Digital

Melihat kondisi mahasiswa saat ini di tengah era yang serba cepat dan penuh distraksi digital, bagaimana pandangan Ibu terhadap sikap mahasiswa di lingkungan kampus?

Di era digital, kita harus siap menerima dan mengikuti perkembangan zaman. Tanpa era digital dan teknologi, manusia tidak dapat dengan mudah menambah ilmu. Sikap siswa mencakup tantangan berupa distraksi, misinformasi, dan tekanan produktivitas, tetapi juga peluang berupa akses informasi yang luas. Hal ini menuntut siswa untuk memiliki sikap kritis, adaptif, fokus, bijaksana dalam menggunakan teknologi, serta mampu belajar seumur hidup.

Belajar tidak hanya cukup sampai S1, S2, atau S3. Belajar itu seumur hidup dan tidak hanya di bangku sekolah atau perkuliahan. Bahkan dari percakapan sederhana dalam kehidupan sehari-hari pun kita bisa mendapatkan ilmu. Inilah yang disebut belajar seumur hidup, agar kemajuan digital dapat dimanfaatkan untuk pengembangan diri dan menghindari jebakan digital.

Tantangan Utama Mahasiswa di Era Digital

Tantangan utamanya adalah distraksi dan multitasking. Godaan media sosial dan notifikasi dapat mengganggu fokus dan mengurangi kedalaman pembelajaran. Seringkali siswa terlalu lama bermain handphone atau menonton hiburan hingga lupa mengatur waktu. Padahal pelajar adalah generasi muda dan harapan bangsa di masa depan, sehingga harus pintar dalam memanajemen waktu.

Era Overstimulated: Membantu atau Membebani?

Era overstimulated sering disebut sebagai era dengan arus informasi yang sangat cepat dan tuntutan tinggi. Menurut Ibu, apakah kondisi ini lebih membantu siswa dalam proses belajar atau justru menjadi tantangan?

Di era digital, mau tidak mau kita harus menerima kondisi ini. Namun, banyak penelitian menunjukkan bahwa peningkatan teknologi berperan dalam meningkatkan kecenderungan overthinking. Informasi yang berlebihan membuat otak ketagihan. Internet menyediakan informasi tanpa batas, sehingga mahasiswa harus mampu menyikapinya secara positif, mengutamakan mana yang penting dan tidak penting. Jika otak mengalami kelebihan beban, maka akan sulit memahami informasi dengan baik. Oleh karena itu, siswa perlu mampu mengelola diri, berpikir positif, dan menggunakan etika berpikir yang baik.

Pengaruh Overstimulated terhadap Sikap Mahasiswa

Di tengah siswa yang memiliki banyak kegiatan di dalam maupun luar kampus sehingga lelah secara mental, bagaimana kondisi overstimulated mempengaruhi sikap siswa sehari-hari?

Sikap proaktif di dunia perkuliahan sangat penting, seperti rasa ingin tahu, tanggung jawab pribadi, manajemen waktu, disiplin diri, dan keterbukaan terhadap kritik. Namun, banyak siswa hanya fokus pada penyelesaian tugas tanpa memahami dan menganalisisnya. Padahal tugas seharusnya dikritisi dan dijelaskan, karena di dunia industri dibutuhkan ide dan pemikiran kreatif.

Kesadaran Dampak Jangka Panjang Sikap Mahasiswa

Apakah mahasiswa saat ini sudah cukup sadar bahwa sikap dan cara membawa diri berdampak jangka panjang, tidak hanya di kampus tetapi juga di dunia kerja?

Kesadaran siswa masih bervariasi. Ada yang sudah sadar dan proaktif, namun ada juga yang belum sepenuhnya memahami etika kampus. Pemahaman ini akan tumbuh seiring dengan kesadaran bahwa soft skill, karakter, dan reputasi digital sangat penting untuk karier di masa depan.

Sibuk Sehat dan Sibuk Berlebihan

Banyak siswa yang merasa sudah aktif dan produktif, namun justru sikapnya menurun. Bagaimana cara membedakan sibuk yang sehat dan sibuk yang berlebihan?

Perbedaannya terletak pada hasil yang terukur dan dampaknya bagi diri sendiri. Produktif menghasilkan berarti hasil nyata dan fokus pada apa yang ingin dicapai. Sibuk berlebihan hanya berisi aktivitas tanpa hasil yang jelas dan menyebabkan kelelahan mental. Multitasking kurang baik, sehingga lebih baik mengatur skala prioritas.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Mahasiswa Aktif

Kesalahan apa yang paling sering dilakukan siswa aktif hingga berdampak pada sikap dan kesehatan mental?

Kesalahan tersebut antara lain manajemen waktu yang buruk, prokrastinasi, kurang adaptasi sosial, tekanan akademik, masalah finansial, serta pola makan tidak sehat seperti konsumsi makanan instan. Hal ini dapat memicu stres, gangguan mental, dan menurunkan kinerja akademik.

Langkah Awal Mengatasi Kelelahan Mental

Jika siswa mulai lelah secara mental dan sikapnya ikut berdampak, langkah sederhana apa yang sebaiknya dilakukan terlebih dahulu?

Mahasiswa perlu mengambil jeda sejenak untuk beristirahat. Tidur yang cukup, makan sehat, dan melakukan aktivitas fisik menjadi pondasi penting sebelum membangun kembali kesehatan mental.

Tips Menjaga Produktivitas di Era Overstimulated

Apa tips agar siswa tetap aktif dan produktif, tidak mudah lelah, serta tetap menjaga sikap di era overstimulated?

Mahasiswa disarankan menerapkan manajemen waktu yang efektif dengan membuat jadwal dan menentukan prioritas. Menjaga kesehatan fisik dan mental melalui olahraga yang cukup, pola makan sehat, serta menghindari multitasking sangat penting.

Pertanyaan melalui (Question Box) di Instagram @himas1akuntansi_unpam

Pertanyaan dari akun @arrifashf_. Agar perbedaan pendapat dalam diskusi tidak menjadi konflik, sikap apa yang perlu dimiliki siswa?

Mahasiswa perlu berpikir positif, menjadi pendengar yang baik, dan memiliki empati agar diskusi tidak berkembang menjadi konflik.

Pertanyaan dari akun @swtlovv3. Apakah kerja sama antara mahasiswa dan dosen sangat berpengaruh?

Sangat berpengaruh. Hubungan yang harmonis antara mahasiswa dan dosen akan memotivasi mahasiswa dalam belajar dan menciptakan suasana pembelajaran yang positif. Hubungan yang baik ini juga bermanfaat untuk masa depan.

Keterangan Sumber

Artikel ini disusun berdasarkan pembahasan dalam podcast yang telah dipublikasikan pada 12 Januari 2026 melalui akun YouTube HIMA AKSI UNPAM.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image