Relawan dari Vietnam Datang ke Surabaya, Apa yang Mereka Temukan?
Eduaksi | 2026-07-31 21:38:54Surabaya, 18 Juli 2026 - Teman-teman mungkin sudah terbiasa mendengar cerita anak muda Indonesia yang berangkat ke luar negeri untuk belajar atau magang. Tapi bagaimana kalau ceritanya dibalik? Bagaimana kalau yang datang justru adalah anak muda dari negara lain yang memilih Surabaya sebagai tempat mereka berkontribusi?
Itulah yang terjadi ketika Wendy, seorang pemuda asal Vietnam, tiba di Surabaya pada Mei 2026 untuk mengikuti program Global Volunteer bersama AIESEC in Surabaya. Selama empat hingga enam minggu, Wendy terlibat langsung dalam program Global Classroom, sebuah inisiatif pendidikan yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan sesuai SDG keempat. Di sana, Wendy mengajar dan berbagi perspektif lintas budaya bersama anak-anak dan komunitas setempat di Surabaya.
Sebelum mulai berkegiatan, Wendy mengikuti sesi In-country Pre-departure Seminar yang diselenggarakan AIESEC in Surabaya, sebuah sesi pembekalan yang memperkenalkan budaya lokal, kebiasaan masyarakat, transportasi, hingga hal-hal praktis sehari-hari yang perlu dipahami sebelum terjun langsung. Dalam sesi tersebut, Wendy mengungkapkan rasa antusiasnya terhadap Indonesia dan khususnya Surabaya, kota yang menurutnya menyimpan banyak hal yang ingin ia pelajari.
Kehadiran relawan dari luar negeri seperti Wendy membawa dinamika yang menarik bagi komunitas yang menerima mereka. Anak-anak yang terlibat dalam program tidak hanya mendapat pelajaran dari sisi akademis, tetapi juga terpapar langsung pada cara pandang dan gaya komunikasi seseorang yang tumbuh dalam budaya yang berbeda. Pengalaman semacam ini, meski berlangsung dalam waktu singkat, bisa meninggalkan kesan yang bertahan lama.
Bagi relawan itu sendiri, Surabaya ternyata menawarkan sesuatu yang tidak mereka bayangkan sebelumnya. Kota dengan sejarah panjang, karakter masyarakat yang hangat, dan ritme kehidupan yang khas menjadi pengalaman yang jauh dari gambaran kota besar pada umumnya. Banyak yang mengaku justru belajar banyak dari interaksi sehari-hari dengan warga, bukan hanya dari program formal yang mereka jalani.
Fenomena pertukaran dua arah seperti inilah yang menjadi inti dari program incoming Global Volunteer yang dikelola AIESEC in Surabaya. Setiap relawan yang datang bukan sekadar tamu yang melintas, melainkan seseorang yang sungguh-sungguh hadir untuk berkontribusi sambil belajar. Dan kota ini, dengan segala keunikannya, menjadi ruang belajar bagi semua pihak yang terlibat.
Buat teman-teman yang penasaran bagaimana program penerimaan relawan internasional ini berjalan dan apa dampaknya bagi komunitas di Surabaya, informasi lebih lengkap tersedia di AIESEC.org dan cerita dari kegiatan ini bisa diikuti di Instagram @aiesecsurabaya.
Make Surabaya a place where cultures connect with AIESEC in Surabaya! (Marsha Muntahir)
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
