Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Neza Amelia Resta

Magang di Sanggabiz: Belajar Memahami Bisnis dari Divisi Academy

Bisnis | 2026-09-28 15:48:49

Ketika pertama kali memulai magang di Sanggabiz, bayangan saya adalah kantor besar dengan gedung bertingkat dan puluhan karyawan berseragam rapi. Namun begitu tiba di lokasi, saya baru sadar bahwa kantor operasional Sanggabiz justru merupakan rumah pribadi milik salah satu pendirinya. Dari sinilah pengalaman magang saya di Sanggabiz dimulai — sebuah pengalaman yang mengajarkan bahwa besar-kecilnya sebuah perusahaan tidak selalu berbanding lurus dengan seberapa banyak hal yang bisa dipelajari di dalamnya.

Mengenal Sanggabiz dan Divisi Academy Selama Magang

Sanggabiz merupakan perusahaan konsultan bisnis dan HR berbasis teknologi yang berperan sebagai virtual business partner bagi kliennya. Melalui layanan seperti virtual finance & tax department, virtual HR department, hingga virtual project management, Sanggabiz membantu berbagai bisnis — mulai dari UMKM hingga klien dari luar negeri seperti Singapura, India, Eropa, dan Australia — menjalankan fungsi pendukung operasional tanpa harus membangun divisi internal sendiri.

Selama menjalani program magang MBKM di Sanggabiz, saya ditempatkan di divisi Training Academy (B2B), sebuah lini produk yang berfokus pada pengembangan pelatihan bisnis untuk segmen korporat.

Dari Riset Pasar hingga Ikut Menyukseskan Workshop

Minggu-minggu awal magang di Sanggabiz saya habiskan untuk memahami profil dan struktur perusahaan, dilanjutkan dengan melakukan riset kecil guna mengidentifikasi target pasar bagi produk Academy B2B. Hasil riset ini kemudian menjadi dasar penyusunan Business Model Canvas (BMC) — sebuah kerangka yang memetakan segmen pelanggan, nilai yang ditawarkan, hingga sumber pendapatan produk.

Tidak berhenti di situ, saya juga dilibatkan dalam persiapan Workshop "Landing Page with AI", mulai dari mencari dan menghubungi calon peserta hingga mengelola grup peserta menjelang hari pelaksanaan. Pengalaman ini mengajarkan saya bagaimana sebuah acara dipersiapkan dari balik layar — proses yang jarang terlihat, tetapi menentukan lancar-tidaknya sebuah acara di hari pelaksanaan.

Selain workshop, saya turut berkontribusi dalam persiapan Training Finance for Non-Finance Manager Sanggabiz X Wismilak di Solo, melalui koordinasi rutin bersama tim Academy dalam daily meeting. Rangkaian kegiatan ini mengajarkan saya bagaimana sebuah acara besar dirancang dari hal-hal kecil: mencari peserta, menyusun jadwal, hingga memastikan semuanya berjalan lancar.

Jalan Masuk Magang di Sanggabiz yang Tak Biasa

Menariknya, proses saya bergabung dengan Sanggabiz pun tidak melalui jalur magang konvensional. Saya mengikuti serangkaian seleksi, mulai dari tinjauan administrasi hingga program pelatihan yang difasilitasi melalui Futuremakers Youth Employability Programme (YEP), sebuah program yang diselenggarakan oleh Plan Indonesia untuk membekali generasi muda dengan keterampilan dan kesiapan kerja. Setelah dinyatakan lulus dari rangkaian pelatihan tersebut, barulah saya resmi ditempatkan magang di Sanggabiz

Belajar dari Keterbatasan Sanggabiz

Di balik semangat inovasi dan pertumbuhannya, saya juga menemukan sisi lain dari Sanggabiz sebagai perusahaan yang masih terus berkembang. Kantor yang berupa rumah pribadi tadi, misalnya, membuat perusahaan harus menyewa tempat tambahan setiap kali ada kebutuhan pertemuan berskala besar.

Namun, alih-alih menjadi kekurangan semata, hal ini justru memberi saya pelajaran berharga: bahwa perusahaan rintisan (startup) tidak selalu identik dengan fasilitas mewah, melainkan dengan semangat kerja, fleksibilitas, dan keberanian untuk terus berinovasi meski dengan keterbatasan sumber daya.

Bagi saya, magang di Sanggabiz bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik dalam program Merdeka Belajar - Kampus Merdeka (MBKM), melainkan pengalaman nyata dalam memahami bagaimana sebuah produk bisnis dirancang, dipasarkan, dan dikembangkan dari nol. Saya belajar bahwa riset pasar bukan hanya teori di buku kuliah, melainkan proses yang benar-benar menentukan arah sebuah produk. Saya juga belajar bahwa berkoordinasi lintas tim adalah keterampilan yang tidak bisa didapatkan hanya dari duduk di ruang kelas.

Pengalaman magang di Sanggabiz ini mengajarkan saya satu hal penting: bahwa belajar tidak selalu datang dari tempat yang ideal, tetapi dari kesediaan untuk terlibat penuh dalam setiap proses — sekecil apa pun itu.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image