Apa yang Kita Konsumsi Sehari-hari?
Gaya Hidup | 2026-05-22 21:59:55Bukan cuma tubuh kita yang perlu diperhatikan. Asupan pikiran kita juga sangat penting untuk dipedulikan. You are what you eat, berlaku juga pada apa yang kamu masukan sehari-hari kepada pikiran. Pikiran layaknya tubuh yang mencerminkan apa yang diberikan kepadanya.
Mengapa hal ini penting? Sebab pikiran akan selaras dengan bentukan prilaku yang kita lakukan. Apa yang dipercayai dalam pikiran akan termanifestasi dalam tindakan nyata. Jika pikiranmu bilang hari ini buruk, kamu akan merasakan bad mood sepanjang hari. Padahal, banyak hal baik juga terjadi di hari itu. Jika pikiranmu mengatakan bahwa berbuat curang itu normal, kamu akan terbiasa dalam prilaku yang menentang norma itu. Pikiran menjadi supir yang menyetir prilakumu.
Seperti layaknya tubuh yang perlu dengan makanan penuh nutrisi, otak kita juga seperti itu. Memasukkan informasi-informasi yang baik, menambah semangat kita dan mendapat pesan-pesan kebaikan yang akan menuntutmu tetap berlaku baik. Ada interpretasi baik yang kamu usahakan karena lingkungan yang menyebarkan kebaikan. Sistem otak yang menyuruhmu berlaku baik. Kata-kata yang berubah jadi aksi-aksi baik.
Maka mengatur diri untuk tidak terlalu doomscrolling (membaca berita/timeline secara berlebihan) dan membatasi berita-berita buruk menjadi perlu untuk menjaga nutrisi otak kita tetap sehat.
Kamu, tidak akan mati kok kalau tertinggal satu dua hal berita yang sedang ramai di dunia. Hidup ini kadang bisa sangat tenang jika kita menghindari prahara-prahara.
Namun, bukan berarti menutup akses. Kita hanya mencoba memilah informasi mana yang masuk ke alam otak kita saat kita memerlukannya. Sebab setiap konten selalu memiliki agenda nilai dan pandangan-pandangan yang sedang disampaikan.
Baca juga: Bukan Bersaing tetapi Kolaborasi
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
