Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Marisya Listiani

Kritik Sosial dalam Puisi Aku Tulis Pamflet Ini karya W.S. Rendra dan Peringatan Karya Wiji Thukul

Sastra | 2025-12-31 19:42:41

Puisi Aku Tulis Pamflet Ini karya W.S. Rendra dan Peringatan karya Wiji Thukul sama-sama merepresentasikan kritik sosial terhadap realitas masyarakat yang berada di bawah tekanan kekuasaan. Kedua puisi tersebut lahir dari konteks sosial yang mengekang kebebasan berpendapat, sehingga puisi digunakan sebagai medium untuk menyuarakan kegelisahan dan perlawanan sosial.

Dalam puisi Aku Tulis Pamflet Ini, kritik sosial ditampilkan melalui refleksi terhadap rusaknya fungsi lembaga pendapat umum. Rendra menggambarkan kondisi ketika suara masyarakat tidak lagi memiliki ruang yang bebas dan adil. Kritik disampaikan tidak secara langsung sebagai seruan perlawanan, melainkan melalui ajakan berpikir kritis. Puisi ini memperlihatkan kesadaran sosial yang berangkat dari pengalaman kolektif kelompok intelektual yang memandang perubahan sosial sebagai proses kesadaran dan rasionalitas.

Bahasa yang digunakan Rendra bersifat reflektif dan argumentatif. Puisi tidak hanya mengungkap kegelisahan personal, tetapi juga merepresentasikan situasi sosial masyarakat secara luas. Kritik sosial dalam puisi ini berfungsi sebagai sarana pembentukan kesadaran, di mana pembaca diajak memahami ketimpangan relasi kekuasaan melalui proses perenungan.

Berbeda dengan Rendra, puisi Peringatan karya Wiji Thukul menghadirkan kritik sosial yang bersifat langsung dan tegas. Puisi ini menyuarakan perlawanan terhadap ketidakadilan dan penindasan tanpa perantara simbol yang rumit. Kritik sosial muncul sebagai seruan agar masyarakat tidak diam dan tunduk pada kekuasaan yang menindas. Puisi ini mencerminkan pengalaman sosial kelompok masyarakat kecil yang berhadapan langsung dengan tekanan kekuasaan.

Bahasa dalam puisi Peringatan sederhana, lugas, dan repetitif. Pilihan bahasa tersebut menunjukkan bahwa puisi ini lahir dari kesadaran kolektif kelompok sosial yang mengalami penindasan secara nyata. Kritik sosial tidak dimaksudkan sebagai ajakan refleksi intelektual, melainkan sebagai bentuk perlawanan simbolik yang menegaskan sikap melawan ketidakadilan.

Jika dibandingkan, kedua puisi tersebut sama-sama merepresentasikan kritik sosial terhadap realitas masyarakat yang timpang, tetapi berbeda dalam cara menyikapi realitas tersebut. Rendra menampilkan kritik melalui refleksi kesadaran dan ajakan berpikir, sedangkan Wiji Thukul menyampaikannya melalui seruan perlawanan yang langsung dan tegas. Perbedaan ini menunjukkan bahwa posisi sosial dan pengalaman hidup pengarang memengaruhi cara sastra merepresentasikan kritik sosial.

Simpulan

Berdasarkan hasil perbandingan terhadap puisi Aku Tulis Pamflet Ini karya W.S. Rendra dan Peringatan karya Wiji Thukul, dapat disimpulkan bahwa kedua puisi tersebut sama-sama menampilkan kritik sosial sebagai respons terhadap struktur kekuasaan yang menekan kebebasan masyarakat. Perbedaan bentuk kritik yang dihadirkan menunjukkan variasi kesadaran kolektif yang diwakili oleh masing-masing penyair.

Melalui kajian strukturalisme genetik Lucien Goldmann, puisi dipahami sebagai ekspresi pandangan dunia kelompok sosial tertentu. Puisi karya W.S. Rendra merepresentasikan kesadaran kolektif kelompok intelektual yang menekankan refleksi dan rasionalitas, sedangkan puisi karya Wiji Thukul merepresentasikan kesadaran kolektif kelompok masyarakat tertindas yang menyuarakan perlawanan secara langsung. Dengan demikian, perbedaan cara penyampaian kritik sosial dalam kedua puisi tidak dapat dilepaskan dari posisi sosial dan pengalaman hidup pengarang dalam struktur masyarakat.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image