Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image 20240302053 Shifa Ratnadhila

Pengaruh Diet Populer terhadap Regulasi ATP dan Keseimbangan Energi Tubuh

Pendidikan dan Literasi | 2026-02-04 16:59:02

Keseimbangan energi terjadi ketika asupan energi dari makanan sebanding dengan energi yang digunakan tubuh untuk metabolisme, aktivitas fisik, dan produksi panas. Homeostasis energi diatur oleh mekanisme hormon dan fisiologis, termasuk rasio ATP/ADP serta sinyal hormon seperti insulin dan leptin. ATP berperan sebagai sumber energi utama sel yang dihasilkan dari metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein melalui glikolisis dan fosforilasi oksidatif (Fairuz et al., 2024).

Pola makan berperan penting dalam menentukan jalur metabolisme energi. Diet populer seperti diet ketogenik, puasa intermiten, diet rendah karbohidrat, dan diet tinggi protein tidak hanya memengaruhi jumlah energi yang masuk, tetapi juga mengubah pembentukan dan pemanfaatan ATP serta regulasi keseimbangan energi tubuh (Suputra & Mahardana, 2024; Hamdani & Fahlevi, 2025).

Puasa intermiten bekerja dengan mengatur waktu makan, yang menyebabkan fluktuasi kadar insulin dan meningkatkan sensitivitas insulin. Fase puasa, cadangan glikogen berkurang, dan tubuh mulai menggunakan asam lemak dan badan keton untuk menghasilkan ATP. Adaptasi metabolisme ini dianggap meningkatkan efisiensi energi dan membantu menjaga keseimbangan energi jangka panjang, meskipun responsnya bisa berbeda-beda antar individu (Hamdani & Fahlevi, 2025).

Diet rendah karbohidrat dan diet tinggi protein menunjukkan pengaruh terhadap regulasi energi. Pembatasan karbohidrat mengurangi sekresi insulin dan mendorong penggunaan lemak sebagai sumber energi, sementara asupan protein yang tinggi meningkatkan efek termik makanan dan mempertahankan massa otot. Massa otot yang terjaga berperan penting dalam meningkatkan kebutuhan energi dasar dan mempertahankan produksi ATP secara optimal. Namun, penerapan diet tinggi protein dalam jangk panjang tetap memerlukan pertimbangan terhadap keseimbangan nutrisi dan fungsi ginjal (Fairuz et al., 2024)

Pola makan memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan energi tubuh dengan mengatur proses metabolisme serta respons hormonal tubuh. Berbagai diet yang populer memengaruhi penggunakan energi, pembuatan ATP, serta keseimbangan antara jumlah energi yang masuk dan keluar dari tubuh. Oleh karena itu, penerapan diet harus disesuaikan dengan kebutuhan fisiologis masing-masing individu agar metabolisme tetap efisien, risiko gangguan kesehatan jangka panjang berkurang, dan fungsi tubuh serta kualitas hidup orang dewasa tetap optimal secara berkelanjutan berdasarkan prinsip gizi seimbang dan pendekatan yang tepat.

Referensi:

Fairuz, R. A., Absari, N. W., Utami, R. F., & Djunet, N. A. (2024). Pengaruh diet puasa (intermittent fasting) terhadap penurunan berat badan, perubahan metabolik, dan massa otot. Healthy Tadulako Journal, 10(1), artikel.

Suputra, P. W. A., & Mahardana, M. D. P. (2024). Efektivitas diet ketogenik dalam manajemen penyakit kardiometabolik: Tinjauan pustaka. *Essential: Essence of Scientific Medical Journal, 21(2), 83–89.

Hamdani, R., & Fahlevi, I. (2025). Pengaruh puasa intermiten terhadap kesehatan kardiovaskular. Scientific Journal, 4(3), artikel.

Suputra, I. K., & Mahardana, G. N. (2024). Pengaruh diet ketogenik dan diet rendah karbohidrat terhadap jalur metabolisme energi seluler. Jurnal Ilmu Gizi Klinik Indonesia, 8(2), 101–110.

Fairuz, A., Putri, R. D., & Nugroho, S. (2024). Regulasi adenosin trifosfat dalam metabolisme energi tubuh dan implikasinya terhadap keseimbangan energi. Jurnal Gizi dan Metabolisme, 12(1), 45–54.

Penulis:

Mahasiswa Ilmu Gizi, Universitas Esa Unggul:

Regina Nathasa Ferdianti, Shifa Ratnadhila, Khotrun Nada, Naurell Aura Ciptalova dan Marissa Cilfini Situmeang

Tugas PBL matakuliah Biokimia

Pengampu. Reza Fadhilla, S.TP, M.Si

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image