Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Angga Chalwani

Kenapa Banyak Orang Merasa Kosong Meski Hidupnya Terlihat Baik?

Curhat | 2025-12-22 08:28:46
Gambar seseorang yang tengah merenung dalam kesunyian

Mengapa Banyak Orang Merasa Hampa Meski Hidupnya Terlihat Baik?Di era media sosial, kita sering melihat kehidupan orang lain terlihat sempurna.Karier lancar, pendidikan memuaskan, lingkaran sosial luas, dan kebutuhan sehari-hari terpenuhi. Namun, hal itu justru membuat banyak orang merasa kosong di dalam diri mereka. Hidup seperti tidak punya makna, meski di luar terlihat baik-baik saja.Kosongnya hati ini bukan terjadi begitu saja.Satu penyebabnya adalah karena kita hidup hanya untuk memenuhi harapan orang lain.

Banyak orang berusaha mengejar hal-hal yang “seharusnya” dimiliki—pekerjaan stabil, pengakuan, atau persetujuan dari orang sekitar—tanpa menyadari kebutuhan sebenarnya dalam diri. Akibatnya, ketika tujuan itu tercapai, rasa puas justru tidak datang.Selain itu, kebiasaan yang berulang juga bisa membuat seseorang kehilangan makna hidup.Bangun pagi, bekerja, pulang, dan mengulangi rutinitas itu setiap hari tanpa kesempatan untuk mengenali diri sendiri. Hidup hanya jadi kewajiban, bukan perjalanan yang disadari dan dinikmati.

Aspek lain yang sering diabaikan adalah kurangnya hubungan yang autentik.Meski ada banyak interaksi, tetapi sedikit yang bermakna. Percakapan hanyalah sekadar formal, emosi tersembunyi, dan akhirnya seseorang merasa kesepian meski sekelilingnya penuh orang.Rasa hampa juga bisa muncul karena kita terlalu jauh dari diri sendiri.

Kita jarang mengambil waktu untuk bertanya: Apa yang sebenarnya aku rasakan? Apa yang membuatku senang? Tanpa berefleksi, kehidupan berjalan sendiri, dan perlahan maknanya menghilang.Untuk mengisi kekosongan itu, kita tidak hanya perlu menambah prestasi, tetapi lebih pada memulihkan koneksi dengan diri sendiri.

Mengisi waktu untuk beristirahat, jujur pada emosi, melakukan hal-hal yang bermakna, serta membangun hubungan yang autentik bisa menjadi langkah awal. Pada akhirnya, hidup yang berkualitas tidak hanya tentang penampilan di depan orang lain, tetapi juga tentang perasaan yang muncul saat kita mengalaminya.Karena kehidupan yang bermakna selalu dimulai dari keberanian untuk mengenali diri sendiri.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image