Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Masjid Sabilurrohman

Tadabbur Malam (026) Waktu yang Diam-diam Menghabiskan Kita

Khazanah | 2026-02-08 17:35:11

Kita sering merasa kehabisan waktu. Hari terasa singkat, usia terasa cepat. Padahal yang sebenarnya terjadi bukanlah kita yang mengejar waktu, melainkan waktu yang perlahan sedang menghabiskan kita—tanpa suara, tanpa aba-aba.

Orang yang sadar waktu tidak akan gemar menunda kebaikan, karena ia tahu: yang habis bukan hari, tetapi jatah hidup.

Hari demi hari berlalu begitu saja. Pagi berganti malam, pekan berubah bulan, dan tanpa sadar angka usia terus bertambah. Al-Qur’an mengingatkan agar manusia tidak tertipu oleh kehidupan dunia, karena ia hanyalah kesenangan yang menipu—indah di permukaan, rapuh dalam genggaman.

“Dan tidaklah kehidupan dunia ini melainkan kesenangan yang menipu.” (QS. Al-Hadid: 20)

Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa ada dua nikmat yang sering dilalaikan manusia: waktu luang dan kesehatan. Bukan karena keduanya kecil, melainkan karena terlalu sering hadir. Ia terasa biasa, sampai suatu hari ia pergi dan tak bisa diminta kembali.

(HR. Bukhari)

Di situlah letak kelalaian manusia. Kita menunda kebaikan karena merasa masih ada esok. Kita menyepelekan hari ini karena yakin waktu masih panjang. Padahal tidak ada satu pun jaminan bahwa detik berikutnya masih menjadi milik kita.

Tadabbur malam mengajak kita berhenti sejenak, menarik napas, lalu bertanya dengan jujur:

untuk apa waktu hari ini dihabiskan?

Sebab setiap detik yang berlalu bukan sekadar lewat, tetapi menjadi saksi—apakah ia membawa kita mendekat kepada Allah, atau justru menjauh tanpa disadari.

Malam selalu datang sebagai pengingat yang setia. Ia tidak menegur dengan suara keras, tetapi dengan kesunyian. Bahwa waktu tidak pernah kembali, namun ia selalu meninggalkan jejak. Dan kelak, jejak-jejak itulah yang akan kita temui kembali.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image