Langkah Kecil Menuju Perubahan Besar dalam Dunia Pendidikan
Eduaksi | 2025-12-12 16:57:52Jangan Biarkan Dirimu Terpenjara dan Terjebak Dalam Rutinitas yang Monoton dan Membosankan!!
Jangan biarkan diri kita terpenjara dalam rutinitas yang monoton dan membosankan, dengan duduk di kelas, mendengarkan materi dari awal hingga akhir lalu pulang tanpa aksi nyata—semuanya terasa datar dan tidak memberi makna. Seperti kata George Bernard Shaw, “Jangan menunggu kesempatan datang, tetapi ciptakanlah kesempatan itu sendiri.”
Berangkat dari semangat itulah kami, para mahasiswa, memilih untuk menciptakan kesempatan belajar yang lebih hidup melalui kegiatan field study. Kami ingin membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya soal teori, tetapi juga soal aksi nyata yang mampu memberi perubahan bagi diri sendiri maupun orang lain. Kami memilih TK Bahtera Kasih Bunda di Surabaya sebagai lokasi belajar lapangan, dengan mengusung tema Cinta Tanah Air. Tema ini bukan dipilih secara asal. Justru, tema ini sejalan dengan karakter dan nilai yang ditanamkan di sekolah tersebut—bahwa rasa cinta tanah air harus ditanamkan sejak usia dini, agar kelak tumbuh menjadi karakter kuat saat mereka dewasa.
Dalam kegiatan ini, kami melakukan observasi, wawancara, dan interaksi langsung dengan kepala sekolah, Ibu Ismijati. Beliau menegaskan bahwa pendidikan karakter harus dimulai sejak anak-anak berada di bangku taman kanak-kanak. Di TK Bahtera Kasih Bunda, konsep abstrak seperti Pancasila diajarkan melalui metode yang lembut dan menyenangkan. Bukan hanya teori, tetapi melalui contoh dan kebiasaan sehari-hari.
Pembelajaran tersebut membuka mata kami bahwa pendidikan karakter tidak bisa hanya disampaikan lewat hafalan. Ia harus dihidupkan dalam tindakan, dibiasakan dalam keseharian, dan dirasakan oleh anak-anak melalui interaksi nyata. Pengalaman bersama anak-anak TK memberi pelajaran berharga. Kami belajar bukan hanya dari guru, tetapi juga dari ketulusan setiap senyuman dan tingkah laku anak-anak yang penuh kejujuran.
Field study ini menjadi ruang belajar bersama antara mahasiswa dan anak-anak—antara teori dan praktik, antara idealisme dan kenyataan. Melalui pengalaman ini, kami semakin yakin bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Jika karakter cinta tanah air ditanamkan sejak dini, maka Indonesia memiliki harapan untuk melahirkan generasi kuat menuju "Indonesia Emas 2045", bukan “Indonesia cemas 2045”. Field study di TK Bahtera Kasih Bunda bukan hanya sekadar tugas kuliah—tetapi perjalanan membuka mata, hati, dan kesadaran bahwa pendidikan sejati adalah tentang aksi nyata.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
