Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Jasmine isabel

Apoteker Hanya Jual Obat? Pahami Tugas Sebenarnya

Eduaksi | 2025-11-17 01:01:06

Banyak orang beranggapan bahwa profesi apoteker berperan untuk memberikan obat sesuai diagnosis yang dikeluhkan pasien. Namun, kenyataannya tindakan memberikan obat tersebut perlu melalui banyak pertimbangan agar nantinya obat yang dikonsumsi aman dan efektif. Selama ini apoteker sering dianggap hanya sebagai “penjual obat”, padahal mereka memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan setiap obat digunakan secara tepat dan tidak menimbulkan efek yang merugikan.

Berdasarkan Permenkes No. 889/Menkes/Per/V/2011, menjadi seorang apoteker harus mendapatkan lisiensi melalui Ujian Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI) untuk memperoleh Surat Tanda Registrasi Apoteker (STRA). Maka dari itu, apoteker adalah tenaga kesehatan profesional di bidang obat-obatan, mulai dari proses pembuatan, penyimpanan, hingga penggunannya. Mereka memiliki pengetahuan mendalam mengenai bagaimana obat tersebut dapat bekerja dalam tubuh pasien, efek yang ditimbulkan, serta potensi interaksi antarobat yang bisa berbahaya.

Selain itu, dokter dan apoteker memiliki hubungan yang sangat erat. Resep dokter tidak akan bisa dijalankan tanpa peran apoteker yang meraciknya. Apoteker juga berperan untuk memastikan dosis obat yang diberikan sudah sesuai dan penggunaannya benar-benar aman bagi pasien. Hal ini saya lihat saat melakukan pengamatan di apotek. Setiap pasien yang datang membawa resep selalu diperiksa kembali oleh apoteker untuk memastikan dosis, aturan minum, serta cara penggunaan obat yang diberikan oleh dokter sudah benar.

Apoteker tidak hanya menerima resep dan meracik obat, tetapi juga memberikan KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) kepada pasien dengan menjelaskan aturan minum obat menggunakan bahasa yang mudah dipahami (Permenkes No. 73 Tahun 2016). Gaya komunikasi apoteker yang terbuka membuat pasien merasa nyaman dan tidak ragu untuk bertanya, sehingga tercipta hubungan terapeutik antara apoteker dan pasien.

Dari hasil studi lapangan, saya belajar bahwa menjadi apoteker membutuhkan lebih dari sekadar pengetahuan tentang obat. Keterampilan seperti ketelitian, kesabaran, dan kemampuan komunikasi yang efektif juga merupakan hal penting yang harus dimiliki seorang apoteker. Pengembangan keterampilan ini akan mendukung kinerja apoteker menjadi lebih profesional dan mampu memberikan pelayanan terbaik ke pasien.

Melalui pengalaman tersebut, saya semakin paham akan seberapa besar peran apoteker dalam dunia kesehatan. Mereka bagaikan “penjaga terakhir” sebelum obat sampai ke tangan pasien, memastikan pengobatan berjalan aman dan efektif.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image