Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image AIESEC in Surabaya

Global Volunteer Jadi Ruang Mahasiswa FEB UNAIR Mengeksplorasi Minat di Taiwan

Eduaksi | 2026-07-29 22:21:06
Potret Nickholas saat berinteraksi dengan satwa dan peserta internasional selama proyek On The Map di Taiwan melalui program Global Volunteer (Sumber: AIESEC in Surabaya)

Surabaya, 29 Juli 2026 - Tidak semua pengalaman internasional harus mengikuti arah jurusan atau rencana profesi yang sedang dipersiapkan. Bagi Nickholas, mahasiswa jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (UNAIR), Global Volunteer AIESEC in Surabaya justru menjadi kesempatan untuk mengembangkan minat yang selama ini ingin ia eksplorasi. Melalui Global Volunteer, Nickholas akan bergabung dalam proyek “On The Map” di Taiwan. Proyek tersebut selaras dengan SDGs nomor 8 sehingga memiliki fokus utama yang berada pada pelestarian lingkungan dan interaksi dengan satwa. Pengalaman Global Volunteer di Taiwan ia pilih sebab dinilai dapat menjadi cara untuk belajar dari bidang yang berbeda sekaligus mengenal potensi diri dari sudut pandang baru.

Sedari semester 3, keinginan Nickholas mengikuti Global Volunteer tersebut sebenarnya telah muncul. Awalnya, ia melihat program tersebut sebagai kesempatan untuk memperluas pengalaman internasional sekaligus mendukung konversi Kuliah Kerja Nyata (KKN). Seiring mengenal lebih jauh tentang berbagai pilihan proyek yang tersedia, Nickholas menyadari bahwa Global Volunteer memberikan kebebasan bagi peserta untuk memilih pengalaman yang sesuai dengan minat serta tujuan pengembangan diri masing-masing. Kebebasan tersebut akhirnya membawanya pada sebuah proyek yang tidak berkaitan langsung dengan ilmu ekonomi.

Alih-alih mengejar pengalaman yang relevan dengan jurusan atau rencana kariernya, Nickholas justru ingin menggunakan kesempatan ini untuk mengenal sisi lain dari dirinya. "Career and major wise, it's not relevant because I expect my volunteering process to open another side of me. It's more relevant with my interest. I'm interested to learn how to take care of animals and interact with nature during the volunteering process," jelas Nickholas. Ketertarikan tersebut juga berangkat dari hobinya memelihara kura-kura di rumah serta keinginannya untuk belajar lebih dekat mengenai cara merawat satwa dan berinteraksi dengan alam. Taiwan dipilih sebagai negara tujuan karena dinilai memberikan rasa aman bagi pengalaman internasional pertamanya.

Momen Nickholas saat mengeksplorasi minatnya terhadap satwa selama proyek On The Map dalam Global Volunteer di Taiwan (Sumber: AIESEC in Surabaya)

Pilihan Nickholas menunjukkan bahwa pengalaman volunteer internasional tidak harus selalu mengikuti jalur akademik ataupun profesi yang sedang dipersiapkan. Global Volunteer dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengeksplorasi minat, mencoba pengalaman baru, dan menemukan potensi yang mungkin belum pernah mereka sadari sebelumnya. Global Volunteer menjadi salah satu wujud komitmen AIESEC in Surabaya dalam menghadirkan kesempatan bagi generasi muda untuk bertumbuh sebagai pemimpin, memperluas perspektif lintas budaya, serta berkontribusi melalui berbagai proyek berbasis Sustainable Development Goals (SDGs).

Berkaca dari pengalaman yang akan dijalaninya, Nickholas mendorong mahasiswa lain untuk menggali informasi lebih jauh mengenai Global Volunteer sebelum memulai perjalanan serupa. "Feel free langsung konsultasi aja, karena setiap orang pasti punya concern masing-masing. Lebih baik cari tahu dulu tentang programnya supaya semua kekhawatiran bisa terjawab. Ada banyak pilihan program dan negara tujuan, so don't worry, guys!" ujarnya. Bagi mahasiswa yang ingin mengeksplorasi minat sekaligus memperoleh pengalaman volunteer internasional melalui Global Volunteer, temukan informasi selengkapnya di AIESEC.org serta ikuti berbagai cerita peserta Global Volunteer melalui Instagram @aiesecsurabaya.

Explore your interests, create meaningful global impact with AIESEC in Surabaya! (Nadya Nur Alya)

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image