Indonesia Butuh Talenta Digital, Sudah Siap Jadi Salah Satunya?
Eduaksi | 2026-06-30 23:08:07Surabaya, 28 Juni 2026 – Indonesia tengah menghadapi kebutuhan talenta digital yang terus meningkat. Laporan Bank Dunia bersama Geekhunter memperkirakan Indonesia akan mengalami kekurangan hingga sembilan juta talenta digital dalam beberapa tahun ke depan. Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran lulusan perguruan tinggi masih berada di angka 5,39 persen pada Agustus 2025.
Sekilas, dua fakta tersebut terdengar bertolak belakang. Namun, kondisi ini mencerminkan tantangan yang telah lama menjadi perhatian, yaitu kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri atau skill shortage. Kepala Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, Surya Lukita Warman, pada September 2025 juga menyampaikan bahwa banyak perusahaan masih menilai lulusan baru, khususnya Gen Z, perlu memperkuat kemampuan seperti komunikasi, kolaborasi, dan adaptasi di lingkungan kerja.
Selain penguasaan kompetensi teknis, dunia kerja kini semakin menuntut pengalaman yang mampu membentuk kemampuan berpikir kritis, menyelesaikan masalah, serta bekerja dalam tim yang beragam. Sayangnya, kesempatan untuk mengembangkan keterampilan tersebut belum selalu diperoleh melalui pembelajaran di ruang kelas.
Salah satu cara yang mulai banyak dipilih anak muda adalah memperoleh pengalaman profesional di lingkungan internasional. Melalui program outgoing Global Talent (oGT) yang difasilitasi AIESEC in Surabaya, mahasiswa maupun lulusan baru berkesempatan menjalani pengalaman magang di berbagai negara. Selama program berlangsung, peserta tidak hanya mengembangkan kemampuan sesuai bidang yang mereka tekuni, tetapi juga belajar beradaptasi dengan budaya kerja yang berbeda, membangun komunikasi lintas budaya, serta berkolaborasi dengan rekan kerja dari berbagai latar belakang.
Pengalaman tersebut menjadi bekal yang semakin relevan di tengah kebutuhan industri yang terus berkembang. Selain memperkuat kompetensi profesional, pengalaman bekerja di lingkungan internasional juga melatih kemampuan beradaptasi, kepemimpinan, serta pola pikir global yang kini semakin dibutuhkan di berbagai sektor.
Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif, pengembangan diri tidak lagi hanya diukur melalui nilai akademik. Pengalaman nyata, kemampuan bekerja dalam lingkungan multikultural, serta keberanian menghadapi tantangan baru menjadi nilai tambah yang dapat membedakan seorang kandidat di mata perusahaan.
Bagi teman-teman yang ingin membangun pengalaman profesional sekaligus mengembangkan perspektif global, perjalanan tersebut dapat dimulai melalui outgoing Global Talent bersama AIESEC in Surabaya. Cerita para peserta dan berbagai kesempatan internasional lainnya dapat ditemukan melalui AIESEC.org dan Instagram @aiesecsurabaya.
(Marsha Muntahir)
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
