Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Maria Alkaila Agustina

Pengembangan Karya Inovatif Melalui Kegiatan Adiwiyata

Eduaksi | 2026-04-16 19:00:29
Sumber : IG @sdn_pondokbetung02

UPTD SDN Pondok Betung 02 yang berlokasi di Jl. Raya Pondok Betung No. 17A, RT 03/RW 05, Kelurahan Pondok Betung, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten, kembali melanjutkan komitmennya dalam mengikuti serangkaian kegiatan yang kreatif dan inovatif. Program Adiwiyata sendiri berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu “Adi” yang berarti besar, agung, baik, dan ideal, serta “Wiyata” yang berarti tempat memperoleh ilmu pengetahuan, norma, dan etika. Dengan demikian, Adiwiyata dapat diartikan sebagai tempat yang baik dan ideal untuk memperoleh pengetahuan serta membentuk karakter yang peduli terhadap lingkungan.

Program Adiwiyata dirancang untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup di sekolah melalui gerakan peduli dan berperilaku ramah lingkungan. Pada tanggal 11 Januari 2026, para siswa yang tergabung sebagai kader Adiwiyata bersama guru melaksanakan kegiatan pembuatan toner berbahan dasar daun sirih cina. Kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran berbasis lingkungan yang memanfaatkan tanaman sekitar yang memiliki banyak manfaat.

Daun sirih cina diketahui memiliki berbagai khasiat bagi kesehatan. Selain bermanfaat untuk kesehatan kulit seperti membantu mengatasi komedo dan jerawat, tanaman ini juga dapat membantu menurunkan demam, mengobati luka bakar, mempercepat pengeringan luka pasca operasi, serta meredakan nyeri sendi dan asam urat.

Dalam kegiatan tersebut, siswa dilibatkan secara langsung dalam seluruh proses pembuatan toner, mulai dari persiapan alat, pengolahan bahan, hingga pengemasan dan pendistribusian produk. Alat yang digunakan meliputi panci, saringan, sendok sayur, corong, ulekan, kompor gas, serta botol bekas air mineral sebagai wadah. Adapun bahan utama yang digunakan adalah daun sirih cina sebanyak 2 kg yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Proses pembuatan toner daun sirih cina dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu mencuci bersih daun sirih cina, kemudian menumbuknya hingga halus menggunakan ulekan. Selanjutnya, daun yang telah halus direbus dengan 1 liter air hingga mendidih. Air rebusan kemudian didiamkan hingga benar-benar dingin, lalu disaring untuk memisahkan ampasnya. Setelah itu, cairan dimasukkan ke dalam botol menggunakan corong dan diberi label sebelum dipasarkan.

Berkat strategi pemasaran yang baik, toner sirih cina hasil karya siswa ini berhasil terjual sebanyak 50 botol dengan harga Rp7.000 per botol. Kegiatan ini tidak hanya melatih siswa dalam menciptakan produk, tetapi juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan melalui pengalaman menjual produk secara langsung.

Cara penggunaan toner ini cukup praktis, yaitu digunakan dua kali sehari setelah mandi. Karena produk ini tidak menggunakan bahan pengawet, maka toner perlu disimpan di dalam kulkas agar dapat bertahan kurang lebih satu minggu. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dan guru dapat terus berinovasi dalam memanfaatkan tanaman di lingkungan sekitar, sehingga memberikan manfaat tidak hanya bagi dunia pendidikan, tetapi juga bagi masyarakat luas.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image