Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Fitri Wulandari

Generasi Z Cari Uang Online, Tapi Masih Menganggap Pajak Urusan Orang Kaya

Edukasi | 2026-05-12 18:01:28

Di era digital, mencari penghasilan tidak lagi harus menunggu lulus kuliah atau bekerja di kantor. Banyak anak muda, khususnya Generasi Z, kini sudah mampu menghasilkan uang sendiri melalui berbagai platform digital. Mulai dari berjualan secara daring, menjadi afiliator, menerima endorse, hingga memperoleh penghasilan dari siaran langsung di media sosial seperti TikTok. Kemudahan teknologi telah membuka banyak peluang ekonomi baru bagi generasi muda untuk lebih mandiri secara finansial.

Fenomena ini tentu patut diapresiasi. Generasi Z tumbuh sebagai generasi yang adaptif, kreatif, dan cepat menangkap peluang. Namun, di tengah semangat mencari cuan secara online, ada satu hal yang masih sering diabaikan: kesadaran akan pajak.

Bagi sebagian anak muda, pajak masih dianggap sebagai urusan orang kaya, pemilik perusahaan besar, atau mereka yang sudah memiliki pekerjaan tetap. Padahal, ketika seseorang mulai memperoleh penghasilan secara rutin, termasuk dari aktivitas digital, terdapat tanggung jawab perpajakan yang seharusnya mulai dipahami. Sayangnya, literasi pajak di kalangan generasi muda masih relatif rendah.

Kurangnya pemahaman ini bukan sepenuhnya kesalahan Generasi Z. Selama ini, pembahasan mengenai pajak sering kali disampaikan dengan bahasa yang rumit dan terasa jauh dari realitas anak muda. Pendidikan formal pun jarang membahas pajak secara praktis dalam konteks kehidupan sehari-hari, apalagi dalam kaitannya dengan ekonomi digital yang kini berkembang sangat pesat.

Akibatnya, banyak anak muda yang fokus pada bagaimana mendapatkan penghasilan, tetapi belum memikirkan kewajiban yang menyertainya. Padahal, pajak bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan juga bentuk kontribusi terhadap pembangunan negara. Jalan yang kita gunakan, pendidikan yang kita tempuh, hingga fasilitas publik yang kita nikmati sebagian besar dibiayai melalui penerimaan pajak.

Di sisi lain, perkembangan ekonomi digital justru menuntut sistem perpajakan yang semakin adaptif. Negara mulai melihat potensi besar dari aktivitas ekonomi digital, termasuk penghasilan yang diperoleh individu melalui platform online. Oleh karena itu, meningkatkan kesadaran pajak di kalangan Generasi Z menjadi langkah penting agar pertumbuhan ekonomi digital berjalan seiring dengan tanggung jawab sebagai warga negara.

sumber : ilsutrasi AI

Sudah saatnya pajak tidak lagi dipandang sebagai isu yang jauh atau hanya relevan bagi kalangan tertentu. Generasi Z yang hari ini aktif mencari cuan online adalah bagian dari masa depan ekonomi Indonesia. Semakin cepat generasi muda memahami bahwa penghasilan dan tanggung jawab perpajakan berjalan beriringan, semakin besar pula peluang terciptanya budaya kepatuhan pajak yang sehat di era digital.

Mencari penghasilan di usia muda adalah langkah yang membanggakan. Namun, menjadi generasi yang sadar akan kontribusinya terhadap negara adalah pencapaian yang jauh lebih bermakna. Sebab, menjadi melek finansial saja tidak cukup; Generasi Z juga perlu mulai melek pajak.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image