Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image

Strategi Diplomasi Iran-AS, Akankah Membawa Kemenangan bagi Umat Muslim?

Lainnnya | 2026-04-15 17:18:18
Oleh : Brigita

Diplomasi yang dilakukan antara Iran-AS adalah bentuk nyata dari kepentingan AS yang ingin segera menghentikan perang dan membuka kembali jalur perdagangan minyak di selat Hormuz. Jika dilihat dalam dua pekan pertama saja serangan AS terhadap Iran telah menghabiskan setidaknya $12 miliar atau setara dengan 204 triliun rupiah. Kemudian disusul dengan penutupan selat Hormuz yang membuat kenaikan harga minyak dunia termasuk AS sendiri. Serta adanya protes terhadap rezim Trump yang bertajuk ‘No Kings’ menambah catatan merah bagi negara pengemban ideologi kapitalis ini sendiri karena tidak mampu memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya.

Dunia melihat bahwa serangan balasan yang diberikan Iran merupakan bentuk ketangguhan sebuah negara dalam independensi kekuatan militernya. Hal ini merupakan kejadian langka mengingat saat ini negara di kawasan Teluk Arab memilih perlindungan dari AS. Dilihat dari pangkalan militer AS yang dibangun di sepanjang negara-negara teluk yang sempat dihancurkan oleh rudal Iran. Kebenaran akhirnya terungkap kepentingan AS dalam militer di kawasan teluk semata-mata untuk kepentingan hegemoni ekonomi minyak bukan untuk menjaga keamanan dan stabilitas yang selama ini sering dijadikan alasan.

Dari sini Islam memandang bahwa kekuatan militer suatu negara harus dibangun dari dalam bukan dengan menyertakan negara luar untuk intervensi dalam urusan keamanan negara. Seperti yang dilakukan oleh Iran, membangun kekuatan politik dengan nuklir yang dimilikinya meskipun mendapatkan sanksi dari AS yang tidak menyukai pengembangan nuklir Iran.

Namun, dalam konteks perang Iran-AS ini belum ada negara yang benar-benar keluar sebagai pemenang. AS dengan permasalahan ekonomi dan protes dari rakyatnya sendiri. Dan Iran dengan strateginya menutup selat Hormuz serta perundingan untuk gencatan senjata. Gencatan senjata tidak akan membawa Iran dalam kemenangan, justru itu adalah simbol ketundukan kepada AS. Iran hendaknya melanjutkan perjuangan dengan menyeru kepada tentara kaum muslimin dalam satu kepemimpinan. Menyerukan untuk menegakkan agama Allah diatas muka bumi, agar penderitaan yang dialami muslim di Iran, Gaza, dan Lebanon tidak terulang di masa depan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image