Antara Learning Loss dan Penghematan Energi
Agama | 2026-03-27 05:37:55
Perang antara Amerika, Israel dan Iran telah menyebabkan kekhawatiran global terhadap pasokan minyak. Konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak dunia dan juga memicu terjadinya panic buying di sejumlah negara. Di Indonesia sempat muncul wacana diadakan lagi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) demi melakukan penghematan energi, meskipun pada akhirnya pembelajaran jarak jarak jauh ini dibatalkan.
Menurut Wakil Ketua Komisi X DPR Maria Yohana Esti Wijayanti menyoroti potensi learning loss dalam rencana kebijakan belajar daring bagi siswa. Esti menjelaskan learning loss merupakan fenomena yang menyebabkan peserta didik malas belajar serta cenderung melupakan kewajibannya sebagai siswa. (Tempo.com, 25/03/2026)
Harusnya sebelum melontarkan wacana PJJ pemerintah mengkaji terlebih dahulu efek dari pembelajaran daring saat Covid-19. Selama pandemi Covid-19, PJJ telah memberikan tantangan bagi siswa, guru, orangtua, bahkan negara. Hal tersebut dikarenakan proses belajar mengajar yang tidak maksimal ketika daring. Keterbatasan pendapatan yang tidak memungkinkan membeli kuota internet, handphone, minimnya penjelasan guru menjadi tantangan yang harus dihadapi. Bahkan pada tahun 2021 Kemenag sempat menerbitkan kurikulum darurat sebagai solusi untuk mengatasi learning loss.
Namun sayangnya, penerapan kurikulum darurat tersebut terbukti tidak efektif memandu tercapainya pendidikan di masa darurat. Akibatnya peserta didik terancam learning loss atau berkurangnya pengetahuan dan keterampilan secara akademis bagi siswa.
Jika melihat praktik pembelajaran jarak jauh pada masa pandemi maka akan nampak interaksi yang minim antara guru, teman dan lingkungan luar, ditambah tekanan akibat sulitnya transformasi pelajaran menyebabkan stres pada anak didik semakin meningkat. Selama pandemi, terdapat kasus kekerasan yang tidak terdeteksi. Selain learning loss sebagai dampak dari pembelajaran PJJ jangan sampai PJJ juga menambah kasus kekerasan terhadap anak yang tidak terdeteksi.
Menurut World Bank pada tahun 2024 rata-rata siswa Indonesia kehilangan setara 6 bulan pembelajaran selama pandemi. Selain itu ketimpangan belajar juga melebar, siswa dari keluarga miskin mengalami penurunan lebih tajam dibanding siswa dari keluarga mampu. Anak-anak di daerah terpencil lebih terdampak karena keterbatasan akses internet dan perangkat digital. Bahkan PJJ juga menyebabkan menurunnya kemampuan dasar membaca dan berhitung siswa sekolah dasar.
Di dalam Islam kebijakan politik dianggap sebagai penentu kebijakan yang lain. Hal ini bisa dilihat dari penggunaan bahan bakar minyak yang bukan hanya barang konsumsi biasa. Hampir seluruh aktivitas ekonomi termasuk pendidikan bergantung pada energi. Ketika pasokan energi terganggu atau mengalami kenaikan harga maka dampaknya dapat merambat ke bebagai sektor kehidupan.
Dalam konteks global, energi juga memiliki dimensi geopolitik yang sangat kuat. Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki cadangan minyak, gas, batu bara, serta berbagai sumber energi lainnya. Kekayaan alam ini seharusnya menjadi modal besar bagi terciptanya kemandirian energi nasional. Namun ketergantungan terhadap energi global membuat cadangan BBM nasional mengalami gangguan pasokan jika terjadi ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Seandainya negara memiliki kedaulatan dalam membangun energi, maka sistem pendidikan dalam Islam bisa melakukan fungsinya secara sistematis untuk menyukseskan misi penciptaan manusia sebagai hamba Allah di muka bumi. Pembentukan syakhsiyah Islamiyah (kepribadian Islam) harus dilakukan pada semua jenjang pendidikan yang ada sesuai dengan porsinya. Syakhsiyah Islamiyah meliputi pola pikir dan pola sikap yang islami. Pengajaran ini dimaksudkan untuk memelihara serta meningkatkan keimanan. Yakni, anak didik berhasil melaksanakan seluruh kewajiban dan mampu menghindari tindakan kemaksiatan kepada Allah SWT.
Tsaqofah Islam adalah ilmu-ilmu yang dikembangkan berdasarkan akidah Islam, sekaligus menjadi sumber peradaban Islam. Tsaqofah Islam juga diberikan di semua jenjang pendidikan yang ada sesuai jenjang masing-masing. Adapun ilmu kehidupan (iptek dan keahlian) berbasis pada kurikulum nasional. Ilmu yang diberikan banyak bersifat terapan, guna mempersiapkan anak didik untuk mandiri. Sehingga potensi learning loss dalam islam akan kecil.
Membangun model pendidikan sebagaimana yang dikehendaki Islam saat ini tentu menghadapi banyak kendala, karena tidak ada sinergi antara kebijakan politik misalnya kedaulatan energi dengan kebijakan pendidikan. Oleh karena itu masyarakat wajib tau bahwa ajaran Islam hadir bukan hanya sebagai ajaran spirual belaka, tetapi juga solusi terhadap permasalahan learning loss dan juga kedaulatan energi bagi sebuah negara.
Oleh. Munawaroh, S.Pd
(Praktisi Pendidikan)
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
