Bahaya Gadget pada Perkembangan Anak
Sastra | 2026-02-20 08:57:11Ditulis Oleh : Norma Susilawati
Beberapa kali saya mendapatkan anak didik yang belum lancar dalam berbicara serta sulit bersosisalosasi terhadap lingkungan sekitar. Saat ini screen time kerap di perbincanagkan di dunia parenting. Begitu dahsyatnya efek dari screen time pada anak. Saya harus sampaikan kepada semua orang tua bahwa screen time akan berdampak buruk jika berlebihan. Akibatnya perkembangan anak akan terhambat, seperti belum lancar berbicara karena terlalu banyak komunikasi satu arah sehingga anak tidak ada keinginan untuk berbicara dengan orang lain. Dia hanya fokus dengan apa yang di tontonnya.
Menjadi orang tua zaman sekarang di era teknologi memang di tuntut harus kreatif memberikan kegiatan yang menyenangkan pada anak. Kebanyakan dari orang tua yang penting anak anteng, tidak rewel. Sehingga berlebihan dalam memberikan gadget. Padahal jelas gadget membawa dampak buruk pada perkembangan anak. Ingat kata dr. Aisyah Dahlan, “Membiarkan anak bermain HP atau gadget lebih dari 2 jam dalam sehari, akan menimbulkan beberapa dampak bahaya bagi mereka.”
Menurut analisa saya sesuai yang saya temui, terhambatnya perkembangan disebabkan terlalu banyak bermain HP atau gadget. Khususnya anak usia 1-3 tahun ketika otak anak sangat sensitif terhadap lingkungan sekitar. Jika anak terlalu banyak menghabiskan hari-harinya dengan hp atau gadget tentu tidak baik bagi perkembangannya.
Dampak buruk jika terlalu banyak screen time
- Gangguan perkembangan kognitif dan bahasa seperti
ü Keterlambaatan berbicara (speech delay) : kurangnya interaksi du aarah (komunikasi) menghambat kemampuan bicara.
ü Penurunan prestasi akademik : kesulitan fokus dan konsentrasi dalam belajar.
ü Malas berpikir : stimulus layar yang terlalu cepat membuaat anak kurang berimajinasi dan malas berpikir kritis
- Masalah sosial dan emosional seperti
ü Perilaku agresif dan tantrum : kesulitan mengelola emosi (regulasi emosi buruk)
ü Kurang interaksi sosial : keterampilan sosial rendah karena tidak langsung bermain dengan teman sebaya.
ü Risiko masalah mental : peningkatan risiko kecemasan, hiperaktif dan depresi
ü Risiko kecanduaan : anak akan sangat bergantung pada gadget, jika di minta berhenti anak akan tantrum dan hilang minatnya dalam beraktifitas yang lain.
Aturan screen time sesuai usianya
· 18 bulan : hindari srceen time sama sekali, kecuati untuk video chatting
· 18 – 24 bulan : Batasi konten edukatif berkualitas tinggi dan dalam pendampingan orang tua.
· 2 – 5 tahun : batasi maksimal 1 jam perhari dan dalam pendampingan orang tua.
· > 6 tahun : tetapkan batasan konsisten dan pastikan tidak menguraangi waktu tidur serta aktifitas fisik.
Jadi yuukk mam, sayangi buah hati kita dengan membatasi bermain HP atau gadgetnya. Sudah saatnya kita membuat beberapa aktifitas yang seru dan menyenangkan. Jika mam sibuk dengan berbagai pekerjaan, mam bisa memberikan buku aktifitas sesuai usianya. Atau beberapa mainan edukasi serta buku cerita. Tidak perlu banyak-banyak ya mam untuk jenis mainannya agar anak tetap bisa melatih fokusnya. Menurut dr. Aisyah Dahlan menyayangi anak itu dengan cara memuji jika anak bisa melakukan hal poitif, (quality time) melakukan kegiatan positif bersama-sama, (physical touch) sentuhan fisik seperti memeluk, (service) orang tua mampu hadir melayani dalam ruang-ruang yang di butuhkan oleh anak, dan hadiah sebagai bentuk penghargaan yang diberikan atas apa yang di lakukan oleh anak.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
