Menjemput Keberkahan dan Cinta-Mu di Bulan Suci Ramadhan
Agama | 2026-02-20 15:15:46
Syukur bulan suci Ramadhan telah hadir ditengah kehidupan kita saat ini. Dinamika warna-warni kehidupan manusia yang penuh dengan cerita dalam membangun cinta dan keberkahan hidup. Kehidupan yang keras ditengah arus gelombang pasang kemajuan ilmu pengetahuan membawa manusia larut dalam emosi perkembangan zaman.
Di Tengah pasang surut dinamika kehidupan yang dilalui manusia dalam membangun diri dan keluarganya. Ramadhan hadir dalam menahan arus gelombang dialektika kehidupan manusia yang kadang penuh gejolak. Ramadhan hadir dalam menyemai bingkai kehidupan yang kadang kering ditengah arus deras kehidupan. Kehadiran Ramadhan hadir membawa pesan bahwa perjalanan yang dilalui perlu berhenti untuk dalam satu titik untuk bertafakur dan berfikir dalam mengelola keimanan dan ketaqwaan Kepada Allah SWT.
Ketika malam itu, semesta alam seolah menahan napas. Di ufuk timur bulan sabit tipis melengkung bak senyum kerinduan yang akhirnya terbalas. Ketika kita berdiri di ambang pintu yang sama setiap tahunnya, namun seringkali dengan hati yang berbeda terkadang penuh luka, terkadang sarat debu, atau justru hampa tanpa rasa karena dinamika kehidupan yang dunia yang terus dilewati dan dilaluinya
Kehadiran Ramadhan merupakan sudah suatu ketentuan petunjuk dari Allah SWT yang termaktub dalam Al Quran dan Sunnah Nabi Besar Muhammad SAW. Kehadiran Ramadhan sebagai bulan petunjuk dan peningkatan keimanan dan ketaqwaan bagi manusia yang beriman kepada Allah dan Rosulnya. Firman Allah SWT dalam surat Al Baqoroh ayat 183:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.(Al Baqoroh ayat 183)
Kemudian dalam surat Al Baqoroh Ayat 185 Allah menjelaskan dalam FirmanNya:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗوَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗيُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖوَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Artinya : Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur. (Al Baqoroh Ayat 185)
Perintah berpuasa diturunkan pada bulan Sya‘ban tahun kedua Hijri, ketika Nabi Muhammad saw mulai membangun pemerintahan yang berwibawa dan mengatur masyarakat baru, maka dapat dirasakan, bahwa puasa itu sangat penting artinya dalam membentuk manusia yang dapat menerima dan melaksanakan tugas-tugas besar dan suci. Orang yang beriman akan patuh melaksanakan perintah berpuasa dengan sepenuh hati, karena ia merasa kebutuhan jasmaniah dan rohaniah adalah dua unsur yang pokok bagi kehidupan manusia yang harus dikembangkan dengan bermacam-macam latihan, agar dapat dimanfaatkan untuk ketenteraman hidup yang bahagia di dunia dan akhirat.
Kehadiran Ramadhan memberikan refleksi perjalanan sebelas bulan sebelumnya yang kadang sebagai manusia manusia lupa dan alpha dikarenakan kesibukan dunia yang tak mengenal waktu Ramadhan Kembali menjadi bingkai bulan Pendidikan bagi umat Islam untuk Kembali belajar untuk taat beribadah kepada Allah. Karena Ramadhan sebagi bulan petunjuk bagi kaum musliman agar dia mau bersyukur.
Kehadiran Ramadhan bukan sekadar pergeseran waktu makan, bukan pula ritual menahan haus yg melelahkan. Ia adalah sebuah surat cinta dari Sang Khalik yg ditulis dalam lima huruf sakral: Ra, Mim, Dhad, Alif, dan Nun. Setiap hurufnya merupakan anak tangga menuju singgasana kedekatan dengan-Nya. Mari kaji satu per satu, bukan dengan logika semata, melainkan dengan rasa yg paling dalam. https://www.tiktok.com/@yaiz.mudzakir.elidrus
Pertama Huruf Rā' (ر): Ridhwānullāh (Ridha Allah) Sesuai firman-Nya: "Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya." (QS. Al-Bayyinah: 8)
Kata Ramadhan diawali dengan huruf Rā', yg melambangkan Ridhwānullāh Ridha Allah yang menenangkan badai jiwa. Dalam hiruk-pikuk dinamika kehidupan, apa yang sebenarnya kita cari? Kita mengejar pengakuan manusia dan pujian yg fana, mengejar kekuasaan ambisi yang tak ujungnya namun jiwa tetap merasa sepi. Di bulan ini, Allah membukakan pintu Ridha yang seluas-luasnya. Bagi hamba yang bersujud dengan air mata, bagi hamba yang mau Kembali ke jalan Allah. Allah berbisik, "Aku ridha kepadamu." Jika Pencipta alam semesta sudah ridha, maka lenyaplah seluruh kekhawatiranmu.
Kedua. Huruf Mīm (م): Mahabbatullāh (Kasih Sayang Allah) Sesuai Hadist Qudsi: "Rahmat-Ku mendahului murka-Ku."
Huruf kedua adalah Mīm, yg bermakna Mahabbah atau kasih sayang Allah yang seluas Samudra lautan luas bagi mereka yang merasa dirinya kotor dan berlumur dosa. Allah merupakan Tuhan yang "pilih kasih" dalam kebaikan dan kebajikan. Di bulan Ramdhan ini, Allah SWT memberikan perhatian khusus kepada para pendosa yang ingin bertaubaat dan Kembali ke Jalan Allah. Ramadhan merupakan pelukan hangat bagi mereka yang merasa terasing. Sebesar apa pun kesalahanmu, rahmat-Nya di huruf Mīm ini jauh lebih luas dari samudera khilafmu.
Ketiga. Huruf Dhād (ض): Dhamānullāh (Jaminan Allah) Sesuai janji-Nya: "Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya." (HR. Bukhari)
Huruf Dhād membawa pesan tentang Dhamān atau jaminan Allah. Kita hidup di dunia Fana yang penuh ketidakpastian dan dunia abu-abu, namun bagi mereka yg menghidupkan Sunnah di bulan Ramadhan, Allah memberikan jaminan keamanan, jaminan kebaikan serta Jaminan Surga. Jaminan ini bahwa setiap lapar dan dahagamu akan ditukar dengan kenikmatan di telaga Al-Kautsar, dan setiap peluhmu adalah investasi yang takkan pernah rugi. Setiap Shodaqoh akan dijamin Pahala dan SurgaNya. Dengan jaminan-Nya, hati yang mulanya gelisah berubah menjadi setenang telaga di pagi hari.
Keempat. Huruf Alif (أ): Ulfatullāh (Kedekatan dengan Allah) Sesuai firman-Nya: "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat." (QS. Al-Baqarah: 186)
Huruf Alif yang berdiri tegak melambangkan Ulfah atau keintiman. Ramadhan adalah masa di mana jarak antara hamba dan Tuhan seolah memendek. Kesunyian sahur dan keheningan tarawih adalah momen "berbincang" tanpa kata-kata. Zakat infak serta Shodaqoh yang ditunaikan merupakan momen perbuatan yang mengharapkan keberkahan dan RidhaNya. Huruf Alif juga mengajarkan keharmonisan antar sesama; bahwa untuk sampai kepada Allah, kita harus berjalan melalui pintu kasih sayang kepada sesama manusia.
Kelima. Huruf Nūn (ن): Nūrullāh (Cahaya Allah) Sesuai firman-Nya: "Telah Kami turunkan kepadamu cahaya yg terang benderang." (QS. An-Nisa': 174)
Terakhir, Ramadhan ditutup dengan huruf Nūn, yakni Nūr atau Cahaya Allah. Dunia seringkali gelap dan menyesatkan, namun Ramadhan hadir membawa cahaya Al-Qur'an yang menembus ke relung batin. Cahaya keimanan dan ketaqwaan bagi seorang mukmin Ketika telah berhasil menunaikan perintah dan kewajibannya dengan penuh rasa cinta dan Syukur. Jiwa seorang mukmin yang lulus dari madrasah Ramadhan akan keluar dengan wajah yang bersinar dan hati yg jernih, menjadi pelita bagi dirinya sendiri dan lentera bagi orang-orang di sekitarnya.
Ramadhan merupakan bulan penyempurnaan diri kita untuk menjadi muslim yang taat akan perintah dan kewajibanNya. Madrasah Ramadhan merupakan harus dimanfaatkan secara maksimal oleh kita umat yang beriman. Karena kita tak tahu apakah tahun depan Ramadhan akan Bersama kita lagi atau tidak. Mumpung tahun ini Ramadhan Bersama kita jadikan sebagai ajang untuk memperbaiki diri untuk naik level atau naik kelas.
Lima huruf ini bukan sekadar abjad, melainkan kurikulum bagi jiwa untuk naik kelas, naik level ke kehidupan berikutnya. Jadikanlah setiap detiknya sebagai sarana untuk meraih Ridha-Nya, menjemput Kasih-Nya, memegang Jaminan-Nya, merasakan Kedekatan-Nya, dan membiarkan Cahaya-Nya bertahta di hati kita selamanya.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
