Menumbuhkan Minat Baca Siswa SD Melalui Ebook di Era Digital
Sastra | 2026-02-16 09:25:33Ditulis Oleh : Eti Qamarijati
Bukan rahasia umum bahwa banyak orang tua merasa khawatir ketika anak mereka memasuki usia sekolah dasar, tetapi belum mampu membaca dan menulis dengan lancar. Padahal, syarat masuk SD tidak menuntut siswa sudah mahir membaca dan menulis. Kekhawatiran tersebut mendorong orang tua melakukan berbagai upaya agar anak cepat lancar membaca, baik melalui les membaca maupun pembelajaran mandiri di rumah. Seiring berjalannya waktu, keterampilan membaca telah dianggap sebagai kebutuhan dasar yang harus dimiliki setiap anak sejak dini. Kurikulum saat ini semakin menuntut siswa untuk memahami berbagai materi yang cukup kompleks melalui kegiatan membaca.
Suatu hari, ketika saya melakukan supervisi di kelas 1, guru harus sangat kreatif dalam mendesain proses pembelajaran agar siswa yang belum bisa membaca tetap dapat memahami materi. Saya juga memperhatikan bahwa banyak siswa kurang fokus pada buku mereka, karena belum memahami isi tulisan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan membaca sangat memengaruhi pemahaman belajar siswa.
Fenomena ini dapat menjadi hal yang meresahkan bagi orang tua dan pendidik jika tidak diarahkan dengan tepat. Selain memberikan batasan yang tegas dalam penggunaan gawai, kita juga dapat memanfaatkannya sebagai media belajar anak, khususnya dalam menumbuhkan minat belajar dan membaca.
Oleh karena itu, di era digital ini terdapat banyak cara yang lebih mudah dan menarik untuk menumbuhkan keterampilan membaca siswa sekolah dasar. Salah satunya adalah dengan memperkenalkan anak sejak dini pada ebook yang menyajikan gambar menarik, penuh warna, dan teks yang sederhana.
Ebook (electronic book) adalah buku dalam bentuk digital yang dapat dibaca melalui perangkat elektronik seperti telepon genggam, tablet, laptop, maupun komputer. Ebook memuat isi yang sama seperti buku cetak, seperti teks dan gambar, bahkan dapat dilengkapi dengan audio, video, atau animasi sehingga lebih interaktif.
Berbeda dengan buku konvensional, ebook memiliki beberapa kelebihan, antara lain:
• Mudah diakses kapan saja dan di mana saja
• Praktis (tidak perlu membawa buku fisik)
• Dapat memuat unsur multimedia
• Hemat biaya dan ramah lingkungan
Penggunaan ebook memiliki peran penting dalam menumbuhkan dan meningkatkan keterampilan membaca siswa, khususnya di era digital saat ini. Berikut beberapa perannya:
1. Meningkatkan Minat Baca Ebook biasanya disajikan dengan tampilan yang menarik, berwarna, dan interaktif sehingga siswa lebih tertarik untuk membaca dibandingkan dengan teks yang monoton.
2. Mempermudah Akses Bacaan Dengan ebook, siswa dapat membaca kapan saja tanpa harus pergi ke perpustakaan atau toko buku.
3. Menyesuaikan dengan Gaya Belajar Siswa Sebagian siswa merasa lebih nyaman dengan media digital. Ebook memungkinkan mereka membaca dengan cara yang sesuai dengan kebiasaan sehari-hari.
4. Membantu Pemahaman Bacaan Beberapa ebook dilengkapi fitur seperti audio (dibacakan), kamus digital, dan penyorotan teks. Fitur ini membantu siswa memahami isi bacaan dengan lebih baik.
5. Menumbuhkan Literasi Digital Selain keterampilan membaca, siswa juga belajar memanfaatkan teknologi secara positif dan produktif.
Mengingat begitu besarnya peran ebook, tidak perlu lagi ragu untuk memanfaatkannya sebagai media dalam mengasah keterampilan membaca siswa sekolah dasar. Sekolah pun sudah seharusnya mulai mengintegrasikan ebook dalam kegiatan belajar-mengajar di kelas.
Hal ini sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara yang menegaskan bahwa “Pendidikan harus menuntun kodrat anak sesuai dengan zamannya.” Oleh karena itu, pemanfaatan ebook merupakan salah satu cara menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus menumbuhkan budaya literasi sejak dini.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
