Bullying Verbal
Lainnnya | 2026-01-25 21:20:32PERUNDUNGAN VERBAL
Bullying adalah suatu tindakan menentukan yang berdampak besar pada korban mental. Dikutip dari alodokter Bullying verbal adalah segala bentuk perundungan yang terjadi melalui kata-kata, baik dengan ucapan secara langsung maupun tulisan. Ini merupakan jenis bullying yang paling umum serta bisa dialami siapa pun dan di mana pun, termasuk di sekolah, keluarga, lingkungan kerja, bahkan di media bold. Tindakan bullying ini tidak hanya merugikan fisik seseorang tetapi juga berpengaruh bagi mental korban bullying, dengan lisan seseorang dapat menyebabkan seorang korban bullying mengalami luka batin dan kerusakan pada kesehatan mental. Ada berbagai jenis bullying yaitu bullying verbal, cyberbullying, perundungan, bullying fisik dan lain sebagainya, di zaman yang serba digital ini intensitas bullying verbal semakin meningkat.
Bullying verbal adalah perilaku secara langsung menggunakan kata-kata atau tulisan untuk menyakiti, menindas, merendahkan atau mengintimidasi seseorang. Bullying verbal ini adalah salah satu jenis bullying yang paling umum serta bisa dialami siapa pun dan di mana pun termasuk di sekolah,kampus,tempat kerja bahkan di media sosial contoh perilaku bullying verbal meliputi penghinaan,mempermalukan,meremehkan,mengejek,mengancam,melecehkan dan lain-lain. Bullying verbal mencakup beberapa aspek yaitu.
Menghina
Bentuk bullying verbal ini bisa dikenal dari kosa kata yang digunakan saat berbicara seperti bodoh atau sinting. Yang bertujuan untuk mengomel seseorang, pelaporan ini sering kali hanya di anggap candaan oleh para pelaku bullying dan para korban bullying diniali berlebihan bila mempermasalahkan hal tersebut. Padahal kita tidak pernah tahu bagaimana perasaan orang lain ketika kita berbicara sesuka hati,
Mempermalukan di depan umum
Perilaku perundungan ini dilakukan dengan menunjuk kesalahan atau kekurangan seseorang di depan umum misalnya dalam forum diskusi,musyawarah,bahkan secara berani. Yang bertujuan untuk membuat malu seseorang, padahal kesalahan atau kekurangan orang tersebut dapat di diskusikan dengan baik-baik secara tertutup tanpa di ketahui oleh orang lain.
Meremehkan
Meremehkan seseorang atas apa yang dilakukannya termasuk dalam bullying verbal juga. Dalam kasus bullying ini pelaku biasanya akan memuji terlebih dahulu lalu menjatuhkan seseorang. Misalnya “rencanamu bagus sekali tapi orang biasa dan miskin seperti kamu ini mana bisa mencapainya” mungkin terdengar sepele bagi beberapa orang tetapi tidak dengan orang yang di kata seperti itu bisa jadi orang yang di kata menjadi berpikir,menyesal,dan merasa tidak pan tas untuk hidup. Hal ini tentu saja merugikan korban bullying tidak hanya berdampak pada korban tetapi juga berdampak pada orang-orang terdekat korban seperti orang tua, saudara dan sahabat dekat.
Mengejek
Dengan mengejek seseorang bertujuan untuk mengolok penampilann atau body shamming misalnya orang yang berperawakan kecil di panggil dengan sebutan sicebol, oranag berkulit gelap di juluki dengan sebutan si hitam dan masih banyak lagi. Mungkin korbanya terkesan menerima olokan karena kebanyakkan pelaku bullying melakukan hal tersebut dengan alasan hanya bercanda. Mirisnya body shamming tidak hanya dilakukan secara langsung tetapi bisa juga dilakukan melalui komentar di media sosial yang lebih banyak lagi karena dapat dilihat oleh sesama pengguna media sosial.
Mengancam
Segala bentuk ancaman terhadap seseorang dapat dikatakan sebagai contohnya bullying verbal, jika korban tidak membirkan apa yang dikehendaki oleh pelaku lalu pelaku mengancam akan mempermalukan korban di hadapan orang banyak atau menyakiti korban secara fisik. Ancaman juga bisa dilakukan melalui pesan whatsapp,sms, dm di Instagram dan masih banyak lagi.
Melecehkan
Bullying ini dapat dilakukan secara langsung maupun dengan media sosial. Secara langsung salah satunya ada cat call yang berupa sapaan yang merajuk pada bentuk tubuh atau hal seksi contohnya “kiw kiw cewe yang pake rok seksi ihh”. Komentar kasar di media sosial atau lelucon yang mengarah pada hal berbau seksual dapat digolongkan sebagai bullying verbal. Contohnya menyampaikan bentuk tubuh seseorang secara seksual seperti menyebutnya dengan sebutan “sayang,cinta,cantik” tanpa persetujuan orang tersebut.
Mencegah perundungan
Meski tidak melibatkan kekerasan fisik, korban bullying verbal beresiko mengalami depresi,cemas,kesulitan bersosialisasi, dan menurunya rasa kepercayaan diri. Bila kondisi seperti ini di alami terus menerus bisa membuat korban merasa terlindungi bahkan berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Beberapa korban bullying ada yang sampai terkena gangguan kejiwaan karena terus-terusan mendapat perlakuan tidak mengenakan orang lain secara terus menerus.
Cara menghadapi perundungan verbal
Dalam kondisi dimana terjadinya bullying verbal tentu bukanlah hal yang mengenakkan apalagi menjadi korbanya. Jangan biarkan perasaan malu, sedih, takut atau terpuruk membuat Anda merasa kalah dan menarik diri dari orang lain. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mencari bantuan ke orang terdekat yang bisa dipercaya terutama jika muncul ancaman atau serangan fisik, tanggapi dengan tenang karena pelaku bullying senang ketika melihat korbanya tersulut emosi,sebisa mungkin untuk menghindari situasi dimana harus berhadpan dengan pelaku bullying,simpan segala hal yang membuktikan adanya Tindakan bullying seperti bukti rekaman suara,tangkapan layer dan lain-lain.
Apa yang harus dilakukan ketika menyaksikan tindakan bullying secara langsung?
Terkadang kita bingung ketika di hadapkan dengan situasi dimana pembullyian terjadi di depan mata secara langsung beberapa hal yang dapat dilakukan adalah jangan ikut mendukung pelaku bullying contohnya transmisi pesan pelaku kepada korban atau menyebarkan informasi buruk atau negatif tentang korban,rangkul korban bullying dan beri ruang untuk menceritakan apa yang dialami oleh korban,tegur pelaku bullying secara verbal secara baik-baik dan menjelaskan bahwa apa yang telah dilakukan pelaku adalah hal yang melukai hati korban bullying.
Dampak perundungan bagi korban
Dampak bullying verbal ini dapat terlihat dalam kehidupan sehari-hari korban seperti kesulitan belajar di sekolah, kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain bahkan masalah Kesehatan mental yang serius.korban bullying juga dapat mengalami kecemasan,depresi,trauma psikologis yang mendalam,merasa rendah diri dan kehilangan rasa kepercayaan diri.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
