Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Majelis Pustaka Informasi PCM Wiradesa

Bekerja dengan Itqan: Etos Profesional dalam Perspektif Islam

Khazanah | 2026-01-28 11:28:54

Bersyukurlah jika kita masih diberi kesempatan untuk bekerja dan berusaha sehingga memperoleh penghasilan. Di tengah situasi ekonomi yang tidak selalu mudah, pekerjaan bukan sekadar sumber nafkah, tetapi juga ladang ibadah dan aktualisasi diri. Oleh karena itu, Islam tidak hanya mendorong umatnya untuk bekerja, tetapi juga menuntun bagaimana cara bekerja yang benar: serius, profesional, dan berkualitas.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلًا أَنْ يُتْقِنَهُ

“Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila bekerja, ia mengerjakannya secara itqan (profesional dan sempurna).”

(HR. Thabrani dan Baihaqi)

Hadis ini menegaskan bahwa kualitas kerja bukan sekadar tuntutan dunia profesional modern, tetapi merupakan nilai spiritual yang dicintai oleh Allah.

Makna Itqan dalam Bekerja

Kata itqan dalam bahasa Arab berarti melakukan sesuatu dengan sempurna, teliti, rapi, dan bertanggung jawab. Dalam konteks kerja, itqan berarti:

Serius dan sungguh-sungguh, tidak asal selesai.

Profesional, sesuai kompetensi dan standar kualitas.

Amanah, tidak curang dan tidak merugikan orang lain.

Berkelanjutan, terus meningkatkan kualitas diri.

Bekerja dengan itqan berarti menghadirkan kesadaran bahwa pekerjaan adalah amanah yang akan dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada atasan atau pelanggan, tetapi juga kepada Allah.

Kerja sebagai Ibadah dan Syukur

Bekerja dalam Islam bukan sekadar aktivitas ekonomi, tetapi bagian dari ibadah. Mencari nafkah yang halal untuk diri dan keluarga adalah kewajiban, bahkan bisa bernilai jihad di jalan Allah. Rasulullah ﷺ pernah bersabda bahwa seseorang yang bekerja untuk mencukupi keluarganya termasuk orang yang berjihad di jalan Allah.

Dengan bekerja secara profesional, kita menunjukkan rasa syukur atas nikmat kesehatan, kemampuan, dan kesempatan yang Allah berikan. Syukur bukan hanya di lisan, tetapi diwujudkan dalam produktivitas dan kontribusi nyata.

Etos Kerja Muslim di Era Modern

Hadis tentang itqan sangat relevan dengan dunia modern yang menuntut standar tinggi, disiplin, dan integritas. Seorang Muslim idealnya menjadi pribadi yang:

Terpercaya (trustworthy)

Kompeten (competent)

Disiplin dan tepat waktu

Berorientasi kualitas dan manfaat

Jika nilai itqan diterapkan secara luas, umat Islam tidak hanya dikenal sebagai orang yang taat secara ritual, tetapi juga unggul dalam kinerja, inovasi, dan profesionalisme.

Refleksi Spiritual

Hadis ini mengajarkan bahwa Allah mencintai kualitas, bukan sekadar kuantitas. Sedikit pekerjaan yang dilakukan dengan penuh ketelitian, kejujuran, dan kesungguhan lebih dicintai Allah daripada banyak pekerjaan yang dilakukan asal-asalan.

Bekerja dengan itqan berarti menghadirkan Allah dalam setiap detail aktivitas, menjadikan meja kerja sebagai mimbar dakwah, dan menjadikan profesi sebagai jalan pengabdian.

Penutup

Mari kita bersyukur atas pekerjaan yang kita miliki dan menjadikannya sebagai ladang ibadah. Lakukan setiap tugas dengan sebaik-baiknya, karena profesionalisme dalam Islam bukan hanya tuntutan dunia, tetapi juga jalan meraih cinta Allah.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image