Menanamkan Nilai Religi Sejak Dini dengan Belajar Sejarah dan Adab
Agama | 2026-01-14 15:47:41
Gresik — Anak-anak TK dengan penuh antusias mengikuti kegiatan ziarah religi ke Makam Syaikh Maulana Malik Ibrahim di Gresik. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pembelajaran nilai-nilai keagamaan dan pengenalan sejarah Islam sejak usia dini.
Didampingi oleh para guru, anak-anak mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan khidmat. Mereka diajak mengenal sosok Syaikh Maulana Malik Ibrahim sebagai salah satu Wali Songo yang berperan besar dalam penyebaran Islam di Pulau Jawa. Dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, guru menjelaskan kisah keteladanan beliau, seperti sikap santun, kepedulian terhadap sesama, serta semangat berbagi.
Selain berdoa bersama, anak-anak juga diajak untuk belajar adab saat berziarah, seperti bersikap sopan, menjaga kebersihan, dan saling menghormati. Suasana ceria namun tetap penuh makna tampak dari wajah anak-anak yang mengikuti kegiatan dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Salah satu anak TK mengajukan pertanyaan yang menarik “Bu Guru, kenapa kita datang ke makam Wali, apakah beliau masih bisa mendengar doa kita?”, Bu Guru menjawab “Kita datang ke makam Wali untuk mendoakan beliau dan mengingat kebaikan-kebaikannya. Walinya sudah tidak bersama kita, tapi Allah selalu mendengar doa kita. Kalau kita berdoa dengan sopan dan hati yang baik, Allah yang akan menyampaikan pahala doa kita.” ini menunjukkan bahwa kegiatan ini sangat diperlukan untuk bekal dimasa depan.
Melalui kegiatan ziarah ini, diharapkan anak-anak tidak hanya memperoleh pengalaman baru di luar kelas, tetapi juga tumbuh rasa cinta terhadap nilai-nilai keislaman, sejarah, dan budaya lokal. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam menanamkan pendidikan karakter sejak dini secara menyenangkan dan bermakna.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
