Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image -

Pembelajar

Agama | 2026-01-23 15:56:37

Sudah tak asing bagi kita mendengar kata belajar, sejak kecil kita sudah diajarkan untuk mengetahui sesuatu oleh orang disekitar kita melalui perkataan yang diucapkan oleh mereka, baik itu orang tua, om, tante sudah secara tidak langsung berbicara dan memperkenalkan suatu kata. dan ketika usia menginjak 5-6 tahun kita diajari untuk mulai membaca, menghitung, guna bisa memasuki sekolah dasar, setelah masuk sekolah dasar kita belajar secara formal di sekolah, dengan pelajaran yang telah ditentukan oleh lembaga yang namanya sekolah, di mulai dari kelas. 1,2,3,4,5,6, untuk jenjang sekolah dasar, lalu 7,8,9 untuk tingkat menengah, lalu dilanjutkan ke tingkat atas atau akhir dalam sistem wajib belajar di Indonesia selama. tiga tahun dihitung dengan kelas 10,11,12. Setelah itu seseorang sudah tidak. diwajibkan untuk belajar, namun bagi mereka yang tertarik dan berminat untuk belajar lebih bisa melanjutkan ke tingkat universitas atau institut.

Tetapi apakah setiap orang yang belajar tau apa itu belajar, kenapa mereka belajar, dan untuk apa mereka belajar? rasa rasanya asing dan aneh sekali kita terlahir ke dunia ini dan ketika kita bertumbuh dan tiba di masanya kita dipaksa untuk belajar, sedangkan kita sendiri tak memahami apa itu belajar? Apa kegunaan dari belajar? sebagian orang bahkan tidak tahu kenapa mereka harus belajar tetapi mereka terus melakukannya.

Suatu keanehan bukan? ketika di sekolah para guru memberikan suatu informasi mengenai suatu pelajaran tetapi tidak memberitahukan dengan. menyeluruh dan memberikan alasan kenapa seseorang harus belajar, ketika seorang pelajar tidak bisa mengerjakan dan ia tidak mengerjakannya karena sebab dari tidak adanya atau tidak mengetahui tujuan dari belajar justru malah seorang pelajar tersebut yang dihakimi bahkan versi ekstrem nya dia dipukuli, apakah aktivitas manusia yang dinamakan belajar semengerikan itu, semengerikan penderitaan dan luka yang seperti itu?

Apakah benar belajar adalah sesuatu yang menyakitkan? tetapi kalau di pikiran secara benar dan melakukan pembelajaran secara benar seperti yang dikatakan Mencius orang bijak dari timur bahwa pendidikan bertujuan untuk menyempurnakan hubungan antar manusia dengan melakukan perbuatan luhur, namun kenapa di tempat yang namanya sekolah atau universitas terjadi sesuatu yang tidak luhur? Apa yang salah dari semua ini?

Dan belajar seperti yang dikatakan oleh guru Kung, guru yang tak pernah dilupakan oleh sejarah bangsa China bahwa belajar untuk mengetahui sesuatu dan dengan pengetahuan tersebut kita dapat menjadi bijaksana dan berbuat kebajikan. Seseorang yang melakukan kejahatan akan menerima buah dari kejahatan nya sendiri. Guru Kung belajar dengan penuh kedamaian dan kebahagiaan, la menghabiskan hidupnya untuk belajar dan mengajar sampai ia memiliki ratusan ribu murid, dan murid yang terkenal ialah Yen hui dan Tsu Lu, dikisahkan bahwa Yen Hui merupakan murid setia guru Kung selalu mendampingi nya dan selalu belajar kebijaksanaan guru Kung, ia merupakan murid terkasih guru Kung disusul oleh Tsu Lu, digambarkan bahwa Yen Hui merupakan murid yang paling bisa menyerap.

ajaran gurunya, dan gurunya mengakui bahwa kebijaksanaan ada di Yen Hui dan keberanian ada di Tsu Lu, Tsu Lu digambarkan sebagai murid guru Kung yang pemberani karena ia merupakan komandan pasukan perang, namun ia tidak sebijaksana Yen Hui, ia masih terbawa oleh sifat kemanusiaan nya yang sembrono. Selain dua murid yang tadi guru Kung memiliki ratusan ribu murid bahkan jutaan, namun ia sama sekali tidak menyulitkan murid muridnya ia tidak menuntut murid muridnya untuk memahami semua ajarannya, ia tidak memaksakan murid muridnya untuk memberinya bayaran yang memberatkan muridnya bahkan ia rela tidak dibayar untuk mengajarkan kebijaksanaan.

Murid muridnya bebas untuk mengambil pelajaran dan belajar sebutuhnya, guna memberikan pengetahuan atau kebutuhan bagi mereka, setelah mereka mendapatkan apa yang mereka butuhkan gurunya hanya berpesan untuk menggunakan pengetahuan menolong banyak orang dan lakukan kebajikan serta ajarkan kebijaksanaan kepada yang lain. Pengetahuan benar benar tulus diajarkan untuk kebahagiaan bukan untuk materi, seperti pendidikan sekarang yang penuh dengan materialistik. sudah jauh diluar ideal. pengetahuan yang diperoleh dari aktivitas yang dinamakan belajar.

Di bagian bumi barat Socrates yang di masa hidupnya mencari pengetahuan untuk menjadi bijaksana dan mencari kebenaran objektif, juga memiliki banyak murid di Athena ia mengajar untuk mencari kebijaksanaan, Berbeda dengan kaum shopis orang orang yang menggunakan pengetahuan mereka untuk kebutuhan pribadi mereka, pengetahuan menjadi transaksional dan mereka tidak benar benar mengetahui apa itu kebijaksanaan dan apa itu kebenaran, mereka hanya bisa silat lidah dan mendapatkan keuntungan material dari kepalsuan mereka.

Selanjutnya ia lah Plato yang hidup sezaman dengan Socrates yang mengajar dan belajar untuk mencari kebijaksanaan yang menghasilkan ACADEMY yang sekarang diadaptasi menjadi sekolah. di ACADEMY setiap orang bebas untuk belajar dan tidak ada penghakiman serta ketidak adilan di dalam ACADEMY lalu melalui ACADEMY ini lah lahir seorang filsuf yang pengetahuan nya membuat dunia jauh sangat berkembang seperti sekarang dimana perlu waktu 2000 tahun untuk mengalahkan idenya dengan ide yang lain, yaitu Arestotles ia adalah salah satu pelajar di ACADEMY ia belajar kurang lebih 20 tahun di ACADEMY, dikisahkan ia adalah anak seorang dokter kerajaan, namun di usia mudanya ia telah di telah ditinggal mati oleh ayahnya ia lalu mengembara lalu ia memutuskan untuk bergabung pada ACADEMY Plato pada usia. 17 tahun.

Ia memberikan sumbangsih besar ide kepada manusia berupa ide tentang Fisika, Politik, Metafisika, estetika, Philosophy yang masih sangat relevan hingga sekarang. Kita masuk pada bagian modern yaitu Inggris modern, seorang sarjana disebut Bachelor yang artinya seseorang yang bebas, artinya seseorang yang berkuliah bukan untuk pekerjaan, hal hal material seperti para materialistik yang ada di hari hari sekarang, tujuan menjadi bachelor adalah menjadi jiwa yang bebas mencari pengetahuan guna mencapai kebahagiaan.

Begitu juga seperti apa yang dibilang Buddha Sidharta Gautama bahwa hidup adalah penderitaan, penderitaan
merupakan sesuatu yang ada dan nyata bagi makhluk hidup, jalan untuk melepaskan penderitaan adalah mengetahui kebenaran dan belajar untuk sampai pada pencerahan yang membuat seseorang makhluk terbebas dari rantai penderitaan. jadi mengapa belajar di Indonesia sangat begitu mengerikan padahal ideal dari belajar adalah membawa kebahagiaan? apa yang salah dari aktivitas yang dinamakan belajar di Indonesia?

Penulis: Fikri Maulana SAA

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image