Peningkatan Literasi Digital Diperkuat, Sekolah Dasar Terapkan Program Pembelajaran Berbasis Teknologi
Teknologi | 2026-01-18 14:46:47Jakarta — Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus memperkuat peningkatan literasi digital di jenjang sekolah dasar melalui penerapan program pembelajaran berbasis teknologi pada tahun ajaran 2025/2026. Program ini bertujuan untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta bijak dalam menggunakan teknologi sejak usia dini.
Program tersebut diterapkan di berbagai sekolah dasar negeri dan swasta di Indonesia sejak Januari 2026. Pelaksanaannya mencakup penggunaan perangkat digital dalam proses belajar mengajar, seperti tablet pembelajaran, papan tulis interaktif, serta platform pembelajaran daring yang disesuaikan dengan usia anak.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Abdul Rahman, menyatakan bahwa literasi digital menjadi kebutuhan penting di era modern. “Anak-anak saat ini tumbuh di lingkungan digital. Sekolah memiliki peran besar untuk mengarahkan penggunaan teknologi agar bermanfaat dan aman,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Senin (15/1).
Menurut Abdul Rahman, program ini tidak hanya berfokus pada penggunaan perangkat teknologi, tetapi juga pada penanaman nilai etika digital. Ia menambahkan bahwa guru diberikan pelatihan khusus agar mampu mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran secara efektif.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri Harapan Bangsa, Siti Nurhayati, menjelaskan bahwa penerapan program tersebut membawa dampak positif bagi siswa. Ia menuturkan bahwa minat belajar siswa meningkat karena metode pembelajaran menjadi lebih variatif dan interaktif. “Siswa lebih antusias mengikuti pelajaran karena mereka dapat belajar sambil bereksplorasi melalui media digital,” katanya.
Berdasarkan keterangan Kemendikbudristek, pemerintah juga menyediakan pendampingan bagi sekolah yang masih memiliki keterbatasan sarana dan prasarana. Bantuan perangkat teknologi dan akses internet diberikan secara bertahap, terutama untuk sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Program peningkatan literasi digital ini diharapkan mampu menciptakan generasi yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Pemerintah menilai bahwa pendidikan harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai kebangsaan.
Melalui program ini, Kemendikbudristek berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional secara merata. Dengan dukungan guru, sekolah, dan orang tua, pembelajaran berbasis teknologi diyakini dapat menjadi solusi untuk menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
