Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Daffa Nur Rizki

Gen Z dan Fenomena Soft Life: Gaya Hidup Baru yang Menolak Lelah

Gaya Hidup | 2026-01-09 20:36:03

Jakarta – Generasi Z atau Gen Z, yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, kini menjadi sorotan karena tren gaya hidup baru yang mereka populerkan: “soft life”. Istilah ini merujuk pada pilihan hidup yang menolak tekanan berlebihan, menghindari hustle culture, dan lebih mengutamakan kesehatan mental serta keseimbangan hidup

Gambaran kehidupan orang yang terobsesi dengan pekerjaannya (SC: Sampoerna University)

Menolak “Hustle Culture”

Berbeda dengan generasi sebelumnya yang menjunjung tinggi kerja keras tanpa henti, Gen Z cenderung mempertanyakan nilai tersebut. Mereka lebih memilih pekerjaan yang fleksibel, bermakna, dan tidak mengorbankan kesehatan mental

Didukung Teknologi dan Kesadaran Mental Health

Gaya hidup “soft life” juga tak lepas dari kemudahan teknologi. Dengan banyaknya pekerjaan remote dan platform digital, Gen Z punya lebih banyak pilihan untuk menentukan ritme kerja mereka sendiri. Selain itu, meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan mental membuat mereka lebih berani menetapkan batasan dalam kehidupan profesional dan pribadi.

Peran teknologi dalam kesehatan mental tidak hanya meningkatkan aksesibilitas, melainkan juga mengubah perspektif (SC: Kayross Psikologi)

Tantangan dan Kritik

Tren “soft life” hanyalah satu dari sekian banyak cerminan bagaimana Gen Z membentuk ulang norma sosial dan budaya kerja. Di tengah dunia yang semakin cepat dan penuh tekanan, mereka memilih untuk melambat—dan mungkin, itu bukan hal yang buruk.
Bagaimana Menurut Kalian

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image