Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Nayla Zakia Nurrachma

Perkembangan Fisik dan Intelektual pada Anak Usia Sekolah Dasar (SD)

Pendidikan | 2025-12-30 18:27:52

Oleh : Nayla Zakia Nurrachma, Silva Nadya Salsabilla

Perkembangan Fisik dan Intelektual Pada Anak Sekolah Dasar

sumber : gurusiana.id

Masa Sekolah Dasar merupakan periode penting dalam kehidupan anak, karena pada tahap ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, baik secara fisik maupun intelektual. Pemahaman yang mendalam mengenai perkembangan fisik dan intelektual pada anak Sekolah Dasar sangat diperlukan oleh guru, orang tua, dan para pemerhati Pendidikan. Hal ini bertujuan agar proses pembelajaran dapat dirancang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.

A. Perkembangan Fisik

Perkembangan fisik pada anak usia Sekolah Dasar mencakup perubahan dan perkembangan tubuh, seperti tinggi badan, berat badan, kekuatan otot, dan koordinasi motoric (Kamelia,.2019). Pertumbuhan fisik yang optimal dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor genetic, gizi yang kuat, serta aktivitas fisik yang memadai.

Pertumbuhan fisik yang terhambat, seperti dalam kasus stunting atau obesitas, dapat mengganggu proses perkembangan holistic anak, yang berdampak negative pada kualitas hidup mereka (Ufiyah Ramlah,.2021). Tinggi badan merupakan salah satu indicator utama dalam perkembangan tulang anak. Peningkatan tinggi badan yang sesuai dengan usia menunjukan pertumbuhan yang sehat, sementara keterlambatan pertumbuhan tinggi badan dapat menandakan masalah gizi atau kesehatan. Berat badan juga merupakan indicator penting yang digunakan untuk menilai status gizi anak. Berat badan yang ideal berkaitan dengan keseimbangan asupan kalori dan nutrisi serta metabolisme tubuh yang baik (Agusniatih et al., 2019).

B. Perkembangan Intelektual

Seluruh anak melewati tahapan intelektual untuk proses yang sama, meskipun tidak wajib pada usia yang sama. Masing-masing tahap awal tersebut selanjutnya dimasukan kedalam tahap selanjutnya yang merupakan bagian dari pemikiran baru yang berada di tahap pengembangan. Oleh karena itu, setiap tahap kognitif adalah campuran dari tahap selanjutnya.

Menurut Masriani (2020), Pendidikan Sekolah Dasar memiliki manfaat bagi peserta didik untuk mampu bersosialisasi dengan lingkungannya yang bertujuan untuk membentuk wataknya, kepekaan sosialnya, dan yang terutama sekolah perkembangan intelektualnya.

Masa anak Sekolah Dasar yaitu 6 tahun, dimana pada usia ini, anak menginginkan kecakapan-kecakapan baru yang diterima dan diberikan oleh sekolah (Kau,. 2017). Berdasarkan pemikiran Pieget, perkembangan anak pada kelas 1 sampai 3 yaitu peserta didik mampu menggunakan alat peraga sesuai dengan benda yang konkret dalam mengklasifikan angka atau bilangan, mulai menyimpan pengetahuan sesuai daya ingatnya dan sudah mulai berpikir logis. Sedangkan pada anak kelas 4 sampai 6, siswa mampu menginferensi dari berbagai kategori, berpikir hepotesis deduktif dan mampu mengembangkan kemungkinan berdasarkan dua alternative. Untuk perkembangan yang telah disebutkan terjadi secara sistematis (bertahap) secara teratur (Ninawati,. 2012).

C. Kesimpulan

Perkembangan fisik pada anak usia Sekolah Dasar mencakup perubahan dan perkembangan tubuh, seperti tinggi badan, berat badan, kekuatan otot, dan koordinasi motoric. Pertumbuhan fisik yang optimal dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor genetic, gizi yang kuat, serta aktivitas fisik yang memadai. Sedangkan pada perkembangan intelektualnya, anak usia Sekolah Dasar harus mampu untuk bersosialisasi dengan lingkungannya yang bertujuan untuk membentuk wataknya, kepekaan sosialnya, dan yang terutama sekolah. Selain itu, perkembangan intelektual anak usia Sekolah dasar yaitu harus mampu memahami materi dengan menggunakan alat peraga dan daya ingat yang meningkat untuk bahan pemahamannya.

References

Andi Agusniatif, J. M. (2019). Keterampilan Sosial Anak Usia Dini : Teori dan Metode Pengembangan. In Al-Ta lim Journal, Vol.20.

Isriqomah, M. M. (2020). Urgensi Manajemen Kelas pada Pendidikan Dasar. Jurnal Pendidikan MI, 158-172.

Kamelia, N. (2019). PERKEMBANGAN FISIK MOTORIK ANAK USIA DINI (STANDAR TINGKAT ENCAPAIAN PERKEMBANGAN ANAK ) STPPA TERCAPAI di RA HARAPAN BANGSA . Journal of Islamic Early Childhood Education, 112.

Kau, M. A. (2017). Peran Guru dalalm Mengembangkan Kreativitas Anak Sekolah Dasar . Proceeding Seminar dan Lokakarya Nasional Bimbingan dan Konseling , 157-166.

Ninawati, M. (2012). Kajian Dampak Blingual Terhadap Perkembangan Kognitif Anak Sekolah Dasar . Majalah Ilmiah Widya , 23-27.

Ramlah, U. (2021). GANGGUAN KESEHATAN PADA ANAK USIA DINI AKIBAT KEKURANGAN GIZI DAN UPAYA PENCEGAHANNYA. Ana Bulava' Jurnal Pendidikan Anak , 12-25.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image