Cyberbullying: Dunia Nyata Tak Lagi Aman
Info Terkini | 2025-12-27 12:28:23
Kemajuan teknologi dan media sosial telah membuka ruang komunikasi yang sangat luas. Namun, kebebasan tersebut justru menghadirkan tindakan yang tidak wajar, sehingga interaksi Cyberbullying tumbuh dan menjadi salah satu tantangan nyata dalam kehidupan digital saat ini.
Banyak dari orang tua yang tidak peka terkait permasalahan yang sedang jadi sorotan publik, sehingga mereka memberi kebebasan kepada anak-anaknya dalam menggunakan platform digital tanpa pengawasan. Kurangnya kontrol dan pemahaman tersebut, secara tidak sadar membuat dampak negatif penggunaan digital semakin terasa dalam kehidupan nyata. Akibatnya, tidak sedikit anak yang mengalami stres dan depresi karena menjadi korban bullying di dunia maya.
Di tengah perkembangan dunia digital, masalah Cyberbullying semakin mengemuka dan berdampak pada kesehatan mental, terutama anak-anak dan remaja. Cyberbullying adalah tindakan menyakiti atau merendahkan orang lain dengan menggunakan berbagai media digital, seperti media sosial, pesan, email, hingga dalam permainan online.
Salah satu penyebab maraknya Cyberbullying di media sosial adalah rasa aman yang dirasakan pelaku saat menuliskan komentar negatif, karena mereka tidak melihat dampak langsung dari perbuatannya. Hal ini memicu orang lain untuk ikut melakukan hal negatif seperti berkomentar negatif.
Cyberbullying adalah tindakan mengganggu orang lain dengan menggunakan teknologi, dengan tujuan menyakitkan secara sengaja dan terus-menerus. Orang yang melakukan tindakan ini ingin melihat korban merasa sedih dan menyakiti mereka dengan berbagai cara. Cyberbullying juga membuat pelaku untuk menyembunyikan identitasnya menggunakan komputer agar mereka merasa aman tanpa melihat respon korban secara langsung.
Dampak dari Cyberbullying ini dapat mengakibatkan rasa cemas yang berlebihan, depresi, merendahkan harga diri, bahkan berpikir untuk mencoba bunuh diri. Menurut hasil penelitian, anak yang telah menjadi korban Cyberbullying cenderung mengalami gangguan emosi, seperti merasa tertekan, cemas, serta sulit untuk tidur.
Oleh karena itu, pemahaman akan pengaruh Cyberbullying bagi kesehatan mental pada anak merupakan hal yang sangat penting. Anak-anak yang mengalami hal tersebut cenderung berisiko mengalami gangguan perilaku, seperti ketergantungan pada internet bahkan sampai penyalahgunaan obat-obat terlarang. Kesehatan mental yang buruk pada anak dapat mempengaruhi konsentrasi mereka dalam belajar, labil dalam mengambil keputusan, serta menjalin hubungan yang negatif dengan teman sebaya dan keluarga.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
