Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Luluk Kafita

LRT Jabodebek: Inovasi Transportasi Publik, Fakta Terkini, dan Tantangannya

Transportasi | 2025-09-15 10:59:20

Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek menjadi salah satu jawaban atas kebutuhan transportasi publik yang modern dan ramah lingkungan yang terus berbenah di kawasan Jabodetabek.

Armada Kereta LRT Jabodebek (Foto : Divisi LRT Jabodebek)

1. Perkembangan Terkini

LRT JabodebekLRT Jabodebek (Lintas Rel Terpadu Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi) yang resmi beroperasi pada 28 Agustus 2023 kini memasuki tahun kedua pengoperasiannya. PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai operator terus melakukan evaluasi layanan, khususnya terkait headway (jarak antar kereta), integrasi tiket, dan peningkatan okupansi.

Beberapa pembaruan yang menonjol pada 2025:

 

  • Headway lebih singkat: Dari awal 10 menit, kini dioptimalkan menjadi 6–7 menit pada jam sibuk.
  • Integrasi pembayaran digital: LRT sudah terhubung dengan aplikasi KAI Access, LinkAja, Gopay, OVO, hingga QRIS, memudahkan penumpang dalam transaksi.
  • Peningkatan okupansi: Data KAI menunjukkan jumlah penumpang harian meningkat menjadi rata-rata 95–100 ribu per hari, terutama pada hari kerja.

2. Fakta Menarik

 

  • Rekor operasi tanpa masinis: LRT Jabodebek adalah angkutan massal perkotaan pertama di Indonesia dengan sistem Grade of Automation (GoA) level 3, artinya sebagian besar perjalanan dikendalikan otomatis tanpa masinis.
  • Lintasan unik: Jalur sepanjang 44,5 km ini melintasi jalur layang dengan pemandangan kota yang ikonik, termasuk kawasan Kuningan, Pancoran, dan Dukuh Atas.
  • Ramah lingkungan: Mengurangi emisi CO hingga 34 ribu ton per tahun dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi.
  • Dukungan TOD (Transit Oriented Development): Stasiun-stasiun utama, seperti Dukuh Atas dan Harjamukti, mulai dikembangkan sebagai simpul intermoda dengan akses bus, MRT, dan TransJakarta.

3. Tantangan yang DihadapiMeski banyak kemajuan, beberapa masalah masih menjadi sorotan publik:

 

  • Keterlambatan jadwal saat jam padat masih sering terjadi.
  • Biaya operasional tinggi yang membuat pemerintah menanggung subsidi agar tarif tetap terjangkau (Rp 5.000–Rp 20.000).
  • Integrasi antar moda yang masih perlu dipercepat, misalnya antara LRT Jabodebek dengan LRT Jakarta di Velodrome yang belum sepenuhnya tersambung langsung.

4. Masa Depan LRT JabodebekPemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah merencanakan:

 

  • Ekspansi jaringan ke arah Cikarang dan Bogor.
  • Pengembangan stasiun park and ride agar lebih banyak masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.
  • Peningkatan sistem persinyalan dan operasional otomatis untuk mengurangi gangguan teknis.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image