Tadabbur Malam (025) Iman yang Turun ke Kehidupan
Khazanah | 2026-02-07 23:32:54
Iman bukan hanya urusan sajadah yang basah oleh air mata, atau doa-doa panjang yang kita langitkan dalam sepi. Iman juga turun ke bumi—menjelma dalam cara kita memandang sesama, memperlakukan yang lemah, dan hadir bagi mereka yang membutuhkan.
Sering kali kita merasa cukup dengan ibadah personal, namun lupa menoleh ke sekitar. Padahal Rasulullah ﷺ datang membawa iman yang hidup; iman yang tidak menjauh dari manusia, tetapi menyentuh dan menguatkannya. Beliau bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” Dari sini kita belajar: iman bukan hanya menenangkan diri sendiri, tetapi memberi makna bagi orang lain.
Allah pun menegaskan bahwa kebajikan tidak berhenti pada ritual semata.
“Bukanlah kebajikan itu hanya menghadapkan wajahmu ke timur dan barat, tetapi kebajikan adalah beriman kepada Allah dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang miskin ” (QS. Al-Baqarah: 177).
Ayat ini seakan mengingatkan, bahwa iman yang benar selalu menemukan jalannya dalam kepedulian sosial.
Hari ini, ladang amal terbentang luas di hadapan kita. Ada yang membutuhkan uluran tangan, ada yang memerlukan telinga untuk didengar, ada pula yang hanya ingin diperlakukan dengan hormat dan manusiawi. Semua itu adalah ruang ibadah—sering kali sunyi, sering kali luput dari sorotan, tetapi sangat bernilai di sisi Allah.
Tadabbur malam mengajarkan satu hal penting: iman yang sejati tidak tinggal diam. Ia bergerak keluar dari diri, menyeberang ke hati-hati yang lain. Ia tidak hanya menjadi cahaya pribadi, tetapi pelita bagi sekitar.
Malam ini mengingatkan kita dengan lembut:
iman yang hidup selalu memberi kehidupan.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
