Pagelaran Teater Simfoni 8 Suara Hadirkan Nuansa Prancis di Universitas Pamulang
Sastra | 2025-12-26 19:08:58Tangerang Selatan, Desember 2025 — Suasana Ruang Anggrek 2 Universitas Pamulang berubah menjadi panggung penuh imajinasi pada 19 dan 20 Desember 2025. Selama dua hari berturut-turut, pagelaran teater bertajuk “Simfoni 8 Suara” sukses digelar dan menyedot perhatian civitas akademika serta penonton umum yang memadati ruang pertunjukan.
Mengusung tema Prancis, pagelaran ini menyajikan delapan pementasan teater yang kaya akan pesan sosial, kritik kemanusiaan, dan refleksi nilai kehidupan. Setiap judul dibawakan dengan pendekatan yang berbeda, namun tetap terikat dalam satu harmoni cerita, layaknya sebuah simfoni yang dimainkan oleh delapan suara panggung.
Delapan judul yang dipentaskan meliputi Kereta Kencana, Dokter Gadungan, Le Bal des Valeurs, Pelajur yang Terhormat, Lierte de Nusantara, L’Exilé de 65 à Paris, Le Petit Prince, dan Tartuffe. Masing-masing karya menghadirkan konflik yang dekat dengan realitas manusia—tentang kepalsuan, kejujuran, pengasingan, cinta, hingga pencarian makna hidup—namun dibalut dengan estetika teater bergaya Prancis yang kuat.
Sorotan penonton tidak hanya tertuju pada cerita, tetapi juga pada totalitas para pemain dalam menghidupkan karakter di atas panggung. Ekspresi, dialog, serta penguasaan ruang membuat setiap pertunjukan terasa hidup dan emosional. Tepuk tangan panjang yang mengakhiri tiap pementasan menjadi penanda apresiasi atas kerja keras para aktor, sutradara, dan kru di balik layar.
Pagelaran “Simfoni 8 Suara” menjadi bukti bahwa teater masih memiliki ruang penting di lingkungan kampus sebagai media ekspresi, kritik sosial, sekaligus hiburan yang bermakna. Lebih dari sekadar pertunjukan, acara ini menghadirkan pengalaman bersama—ruang di mana penonton diajak tertawa, merenung, dan pulang dengan cerita yang tertinggal di benak.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
