Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Patricia Marsha Aqila

Ketika Jas Putih Bertemu Media Sosial: Tanggung Jawab Mahasiswa Kedokteran di Ruang Digital

Pendidikan dan Literasi | 2025-12-22 08:51:09

Media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan mahasiswa kedokteran. Platform digital tidak hanya digunakan sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media belajar, berbagi informasi kesehatan, serta membangun citra diri di ruang publik. Di balik kemudahan tersebut, terdapat tanggung jawab moral yang tidak dapat diabaikan, mengingat identitas sebagai calon dokter telah melekat sejak masa pendidikan. Oleh karena itu, nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman penting agar peran mahasiswa kedokteran di media sosial tetap mencerminkan etika, kemanusiaan, dan profesionalisme.

Sumber : dokumen pribadi

Media Sosial sebagai Ruang Publik Masa Kini

Di era digital saat ini, media sosial berfungsi sebagai ruang publik baru yang dapat diakseskapan saja dan di mana saja. Interaksi antara mahasiswa kedokteran dan masyarakattidak lagi terbatas pada ruang kelas atau kegiatan akademik. Media sosial memungkinkanpertukaran informasi kesehatan secara cepat dan luas. Namun, di sisi lain, ruang digital juga memperbesar risiko penyebaran informasi yang tidak akurat apabila tidak disertaidengan kesadaran etis dan tanggung jawab moral. Dalam konteks inilah, Pancasilaberperan sebagai landasan nilai yang menuntun mahasiswa kedokteran dalam bersikapdan berinteraksi di ruang digital.

Pancasila sebagai Landasan Etika Mahasiswa Kedokteran di Media Sosial

Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa

Sila pertama menanamkan nilai kejujuran dan tanggung jawab moral dalam setiap tindakan.Dalam bermedia sosial, mahasiswa kedokteran dituntut untuk menyampaikan informasikesehatan yang benar, dapat dipertanggungjawabkan, dan tidak menyesatkan. Kesadaran bahwasetiap tindakan memiliki nilai moral mendorong mahasiswa untuk menggunakan media sosialsebagai sarana berbagi manfaat, bukan semata-mata untuk mencari popularitas.

Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Penggunaan media sosial tidak boleh menghilangkan nilai empati dan kemanusiaan. Mahasiswakedokteran perlu menghormati martabat setiap individu dengan menjaga etika komunikasi, menggunakan bahasa yang santun, serta melindungi privasi orang lain. Tidak mengeksposkondisi kesehatan seseorang tanpa izin merupakan wujud nyata penerapan sila kemanusiaanyang adil dan beradab.

Sila Ketiga: Persatuan Indonesia

Arus informasi di media sosial kerap memicu perbedaan pendapat yang tajam, termasuk dalamisu kesehatan. Dalam kondisi ini, mahasiswa kedokteran memiliki peran sebagai penyejukdengan menyampaikan edukasi kesehatan yang menenangkan, objektif, dan berbasis ilmupengetahuan. Upaya melawan hoaks kesehatan menjadi kontribusi nyata mahasiswa kedokterandalam menjaga persatuan dan keharmonisan masyarakat.

Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan

Media sosial membuka ruang dialog antara mahasiswa kedokteran dan masyarakat. Sila keempattercermin dalam sikap terbuka terhadap diskusi, kritik, serta pertanyaan yang disampaikandengan bijaksana. Mahasiswa kedokteran diharapkan mampu menyampaikan pendapat secarailmiah, tidak menggurui, dan tetap menghargai pandangan orang lain.

Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Melalui media sosial, mahasiswa kedokteran dapat berkontribusi dalam pemerataan informasikesehatan. Konten edukatif yang mudah dipahami dan dapat diakses secara gratis membantumeningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Upaya ini sejalan dengan cita-cita mewujudkankeadilan sosial dalam bidang kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Mewujudkan Mahasiswa Kedokteran Pancasilais di Media Sosial

Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam bermedia sosial dapat dilakukan dengan memverifikasiinformasi sebelum dibagikan, menggunakan bahasa yang empatik, menghormati perbedaanpendapat, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi kesehatan yang bertanggungjawab. Dengan sikap tersebut, mahasiswa kedokteran dapat menjadi agen perubahan positif di ruang digital.

Media sosial merupakan ruang publik yang tidak terpisahkan dari kehidupan mahasiswakedokteran di era modern. Namun, kebebasan berekspresi di ruang digital harus diimbangidengan kesadaran etis dan tanggung jawab moral. Pancasila hadir sebagai pedoman nilai yang menuntun mahasiswa kedokteran agar tetap menjunjung profesionalisme, kemanusiaan, dankeadilan dalam bermedia sosial. Dengan menginternalisasi nilai-nilai Pancasila sejak dini, mahasiswa kedokteran dapat tumbuh menjadi calon dokter yang tidak hanya unggul secaraakademik, tetapi juga berkarakter dan bertanggung jawab, baik di ruang digital maupun di kehidupan nyata.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image