Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Putri Widiastuti

Matematika dalam Mendeteksi Kecanduan Narkoba di Kota-Kota Besar

Edukasi | 2025-12-19 10:27:54

Masalah narkoba di Indonesia sering kali muncul dalam berita berupa penangkapan, penggerebekan, atau putusan hukum. Namun di balik kejadian-kejadian tersebut, terdapat masalah yang lebih luas dan tidak selalu terlihat secara langsung, yaitu pola. Pola tersebut kini mulai terlihat melalui data dan metode pendekatan matematika.

Survei Nasional Prevalensi Narkoba 2023 yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sekitar 3,33 juta penduduk usia 15 sampai 64 tahun terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Angka ini setara dengan 1,73 persen dari populasi usia produktif. Data resmi ini menunjukkan bahwa narkoba bukan lagi masalah kelompok kecil, melainkan persoalan sosial yang berdampak luas. Sebagian besar orang yang mengalami penyalahgunaan narkoba berasal dari usia produktif, kelompok yang tinggal dan beraktivitas di kota-kota besar. Kota-kota besar menawarkan peluang, tetapi juga tekanan, seperti persaingan kerja, kesenjangan sosial, gaya hidup yang cepat, serta lingkungan pergaulan yang kompleks.

Laporan resmi BNN menunjukkan bahwa jumlah orang yang mengakses layanan rehabilitasi masih jauh lebih sedikit dibandingkan total pengguna narkoba. Dalam model matematika, rendahnya akses rehabilitasi menyebabkan kurva jumlah pengguna cenderung stagnan atau meningkat. Sebaliknya, ketika rehabilitasi diperluas dan upaya pencegahan dilakukan lebih dini, kurva tersebut mulai menurun. Ini bukan hanya asumsi, melainkan hasil perhitungan berdasarkan data.

Matematika tidak bekerja dengan perasaan atau stigma, ia hanya membaca angka dan menemukan hubungan antar angka. Dalam penelitian matematika terapan, penyalahgunaan narkoba dilihat sebagai fenomena yang memiliki proses, mulai dari tidak menggunakan, mencoba, menggunakan secara rutin, hingga kecanduan dan akhirnya rehabilitasi. Model-model ini menunjukkan bahwa seseorang tidak tiba-tiba menjadi pecandu. Ada tahap awal yang sering kali tidak diperhatikan. Di kota besar, tahap ini cenderung lebih singkat karena tekanan lingkungan dan akses yang lebih mudah. Beberapa jurnal ilmiah mendukung pendekatan ini, bahkan mengadaptasi model yang digunakan untuk penyakit menular.

Untuk memudahkan memahami alur tersebut, para peneliti biasanya menggambarkan proses penyalahgunaan narkoba dalam sebuah diagram kompartemen. Diagram ini memperlihatkan bagaimana seseorang dapat berpindah dari kelompok yang belum pernah menggunakan, ke tahap mencoba, lalu menjadi pengguna, hingga akhirnya masuk ke tahap rehabilitasi.

Pada akhirnya, data dan model matematika menunjukkan bahwa masalah narkoba bukan hanya masalah pribadi, tapi juga masalah sosial yang terjadi dengan pola tertentu. Dengan mengetahui pola itu, kota-kota besar bisa lebih cepat mengambil tindakan untuk mencegah, memperbanyak program rehabilitasi, dan menghentikan masalah ini sebelum semakin banyak orang terkena dampaknya.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Terpopuler di

 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image