Pertambangan Pasir Sungai Serayu: Masih Aman atau Alarm Dini?
Pendidikan | 2026-03-11 17:12:34Nama: Livela Rahmalia Azzahra
Program Studi: Manajemen Sumberdaya Perairan
Universitas Jenderal Soedirman
Pertambangan Pasir Sungai Serayu: masih aman atau alarm dini?
Sungai Serayu merupakan daerah penambangan pasir yang aktif di Provinsi Jawa Tengah. Sungai Serayu merupakan sungai yang melintasi beberapa kabupaten di Jawa Tengah yaitu Wonosobo, Banjanegara, Purbalingga, Banyumas, dan Cilacap. Hulu sungai serayu terletak di Kabupeten Banjarnegara, dan hilir berada di Kabupaten Cilacap. Aktivitas pertambangan pasir di Sungai Serayu, khususnya wilayah Kabupaten Banyumas, bukan lagi isu baru. Salah satu titik aktivitas penambangan pasir yang cukup aktif berada di sekitar Jembatan Soeharto, Kabupaten Banyumas, di mana pengambilan pasir dilakukan di area sekitar sungai maupun bagian bawah jembatan yang memiliki endapan pasir cukup banyak dan mudah dijangkau oleh penambang. Kebutuhan material pembangunan yang terus meningkat menjadikan sungai sebagai sumber pasir yang mudah diakses dan relatif murah. Namun pertanyaannya: bagaimana dampaknya terhadap kualitas air dan ekosistem sungai?
Kegiatan penambangan pasir di Sungai Serayu memiliki dampak positif dan dampak negatif. Dampak positifnya adalah dibukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat. Namun apabila kegiatan penambangan ini tidak dikelola dengan baik maka aktivitas ini berpotensi menimbulkan erosi, pengikisan tanah, dan terbentuknya lubang-lubang besar diarea penambangan. Selain itu, proses pencucian yang dilakukan pada sistem penambangan terbuka untuk memisahkan pasir dengan unsur lainnya yang menyisakan lumpur dan pasir halus. Lumpur dan pasir halus tersebut akan masuk ke badan sungai dan berspekulasi akan menimbulakan kekeruhan dan menurunkan kualitas air sungai. Setiap parameter fisik memiliki karakteristik yang berbeda dalam menggambarkan kondisi kualitas udara. Peningkatan zat padat terlarut dalam udara juga dapat mempengaruhi kondisi ekologi sungai. Kandungan partikel dan mineral yang tinggi berpotensi mengganggu keseimbangan organisme akuatik karena perubahan komposisi udara dapat mempengaruhi proses fisiologis biota yang hidup di dalamnya. Selain itu, tingginya kandungan partikel terlarut juga dapat mengurangi kualitas udara yang dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitar sungai.
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat berdampak pada kestabilan lingkungan di sekitar sungai serta mengancam lahan pertanian maupun organisasi masyarakat yang berada di sekitarnya. Oleh karena itu, kegiatan penambangan pasir di Daerah Aliran Sungai Serayu perlu dikelola secara bijak dan memperhatikan lingkungan. Pengawasan yang baik serta penerapan pengelolaan yang berkelanjutan sangat diperlukan agar pemanfaatan sumber daya pasir tetap dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian ekosistem sungai.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
