Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Firqotu Naajiyah

Di Antara Sunyi dan Kata Kata

Gaya Hidup | 2025-12-17 10:35:00

Di tengah hiruk-pikuk layar dan notifikasi yang tak pernah benar-benar berhenti, ada momen ketika sunyi justru menjadi pilihan. Pada saat itulah deretan kata di halaman buku mengambil peran, menghadirkan ruang tenang untuk berpikir, berimajinasi, dan memahami dunia dengan cara yang lebih perlahan.

Sunyi yang tercipta saat membaca bukanlah kekosongan, melainkan ruang yang diisi makna. Di balik setiap halaman, tersimpan cerita, pengetahuan, dan sudut pandang baru yang perlahan membentuk cara seseorang melihat dunia. Membaca tak lagi sekadar aktivitas pengisi waktu, tetapi menjadi bagian dari gaya hidup yang memberi ketenangan sekaligus memperkaya wawasan.

Ragam Buku, Ragam Perjalanan

Setiap buku menawarkan perjalanan yang berbeda. Novel membawa pembaca menyelami emosi dan konflik tokoh, mengajarkan empati tanpa harus mengalaminya secara langsung. Cerita pendek menghadirkan makna dalam ruang yang ringkas, mengajak pembaca merenung melalui potongan kisah yang sederhana namun berkesan. Di saat dunia terus berbicara, kata-kata justru mengajarkan dengan diam.

Sementara itu, buku sejarah dan biografi membuka jendela ke masa lalu. Dari sana, pembaca diajak memahami peristiwa, nilai, dan keputusan yang membentuk dunia hari ini. Bacaan semacam ini tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga menumbuhkan cara pandang yang lebih bijak terhadap kehidupan dan masyarakat.

Perbedaan genre menunjukkan bahwa membaca bukan soal banyaknya halaman yang dituntaskan, melainkan tentang pengalaman yang diperoleh. Setiap pilihan bacaan mencerminkan kebutuhan dan suasana hati, sekaligus memperkaya pikiran dengan sudut pandang yang beragam.

Ragam buku, ragam perjalanan memang tidak selalu harus berakhir pada pemahaman besar. Terkadang, satu kalimat dalam buku sudah cukup untuk menemani hari yang melelahkan, atau satu bab mampu memberi sudut pandang baru tentang hal-hal sederhana. Dari situlah membaca menjadi kebiasaan yang personal tidak mengejar selesai, tidak menuntut cepat, tetapi memberi ruang untuk menikmati proses dan menemukan makna dengan ritme masing-masing.

Pada akhirnya, membaca tidak selalu tentang seberapa banyak buku yang dituntaskan, melainkan tentang ruang yang tercipta di antara sunyi dan kata-kata. Di sanalah pikiran diberi waktu untuk beristirahat, imajinasi dibiarkan berjalan bebas, dan makna tumbuh tanpa paksaan. Dalam dunia yang terus bergerak cepat, halaman-halaman buku tetap setia menawarkan jeda sebuah cara sederhana untuk tetap terhubung dengan diri sendiri dan memahami dunia dengan lebih pelan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image