Dari Majalengka untuk Umat: Amil Zakat Ditempa Jadi Profesional dan Amanah
Edukasi | 2025-06-16 16:15:22
MAJALENGKA — Dalam upaya memperkuat kapasitas pengelolaan zakat di tingkat daerah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyelenggarakan Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Sertifikasi Skema Kualifikasi Level 3 di bidang pengelolaan zakat. Kegiatan berlangsung pada 16–19 Juni 2025, bertempat di Gedung BAZNAS Majalengka, Komplek Islamic Center, Jalan Siti Armilah No. 54.
Sebanyak 18 peserta yang terdiri dari amil, fasilitator, dan perwakilan lembaga zakat dari berbagai kecamatan di Majalengka serta sejumlah daerah sekitar, mengikuti rangkaian pelatihan intensif dan uji kompetensi yang difasilitasi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) berlisensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua BAZNAS Majalengka, H Muhammad Ridwan, S.Ag., M.Si., menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai bentuk peningkatan profesionalisme para amil zakat. “Kami ingin para amil tampil sebagai insan yang profesional, amanah, dan akuntabel. Pengelolaan zakat harus dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Ridwan menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan aspirasi dari para amil di Majalengka yang menghendaki kegiatan dilaksanakan di wilayah mereka sendiri. Namun, atas pertimbangan efisiensi anggaran, peserta juga digabung dengan dari luar daerah. “Ini adalah langkah konkret mendukung kebijakan efisiensi anggaran nasional tanpa mengurangi esensi pelatihan,” katanya.
Asesor LSP Adhi Kelvianto, S.P., yang hadir sebagai pemateri, menyoroti lemahnya kapasitas SDM sebagai tantangan utama dalam pengelolaan zakat di tingkat daerah. “Penguatan sumber daya manusia menjadi prioritas utama agar pengelolaan zakat bisa berdampak luas,” jelasnya.
Senada, Bupati Majalengka Eman Suherman dalam sambutannya menyampaikan pentingnya amil zakat memahami aspek hukum, teknis pelaksanaan, serta dinamika sosial masyarakat. “Dengan ilmu, keterampilan, dan kepekaan terhadap tren, pengelolaan zakat bisa menjadi kekuatan besar untuk kesejahteraan umat,” tegasnya.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan amil yang kompeten secara teknis, namun juga berkarakter kuat, jujur, dan berdedikasi untuk melayani umat. Dari Majalengka, para amil ini diharapkan menjadi agen perubahan dalam mengelola zakat secara profesional dan berdaya guna
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
