Bahaya Merokok
Eduaksi | 2022-01-14 23:26:26Satu Linting Membuat Terbaring
Rokok adalah pembunuh yang berpergian dalam bungkusan
Jangan pernah coba!! Untuk yang hal ini siapapun Anda jangan pernah mencobanya. Semua orang sudah tahu tentang bahayanya merokok, tapi kenapa sih masih ada yang merokok? Ini sepertinya sebuah kebiasaan yang sulit untuk dihilangkan. Bukan hanya perokok saja yang mendapatkan imbasnya, tetapi semua orang yang menghirup asapnya juga terkena dampaknya.
Dalam penjelasan kepada BBC Indonesia, dokter Muherman Harun, di Jakarta, mengatakan ada beberapa zat beracun yang menimbulkan berbagai penyakit, “Rokok itu mengandung banyak bahan yang membahayakan kesehatan, terutama tiga macam yaitu nikotin yang menyebabkan kecanduan dan serangan pada otak seperti stroke atau serangan jantung, dan juga bisa mempengaruhi pembuluh darah parfier diujung tungkai. Yang kedua tar. Tar adalah penyebab utama kanker, dan yang ketiga, karbon monoksida yang mengambil O2 (oksigen) dari hemoglobin yang bisa membuat orang sesak nafas, serangan jantung, atau serangan otak”.
Menurut Para Ahli
Menurut Irmati, Hakimi dan Wibowo (2011:55) perokok dibedakan menjadi dua yaitu:
1. Perokok pasif
Perokok pasif atau yang disebut juga Involuntary Smoking itu adalah istilah yang diberikan untuk orang yang tidak merokok tapi ikut menghirup asap rokok disekitarnya.
2. Perokok aktif
Perokok aktif yaitu orang yang secara langsung melakukan aktivitas merokok. Kebiasaan merokok sudah menjadi kebiaasaan sehari-hari.
Sedangkan menurut (Roszkwiski, Neubaver and Zelykowskin, 2014:20) dapat dibedakan menjadi:
a. Perokok aktif ialah individu yang benar-benar memiliki kebiasaan merokok. Merokok sudah menjadi kebiasaan sehingga rasanya tidak enak apabila sehari tidak merokok.
b. Perokok pasif, yaitu orang yang tidak memiliki kebiasaan merokok, namun terpaksa menghirup asap rokok yang dihembuskan orng lain yang ada di dekatnya. Tipe perokok ini banyak ditemui di halte bus, didalam kereta atau ditempat pertemuan yang didekat mereka ada yang merokok. Perokok pasif disebut juga korban dari perokok aktif.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Merokok
Menurut Juniart i(1991) dalam Mu’tadin (2002) dalam Poltekkes Depkes Jakarta 1 (2012), faktor yang mempengaruhi kebiasaan merokok khususnya bagi remaja adalah sebagai berikut :
a. Pengaruh Orang Tua
Salah satu temuan remaja perokok adalah bahwa anakanak muda yang berasal dari rumah fisik atau jiwa dan membebaskan diri dari kebosanan.
b. Pengaruh iklan
Melihat iklan dimedia massa dan elektronik yang menampilkan gambaran bahwa perokok adalah lambang kejantanan atau glamour. Membuat remaja sering kali terpicu untuk meniru perilaku perilaku seperti yang ada didalam iklan tersebut.
Fakta-fakta Unik Tentang Rokok
· Pada sebagian besar negara di seluruh dunia, usia legal untuk pembelian produk tembakau saat ini adalah 18 tahun (sebelumnya 16 tahun) sedangkan di Jepang minimum usia legal adalah 20 tahun.
· Sistem kekebalan tubuh perokok harus bekerja lebih keras setiap hari dibandingkan non-perokok. Alhasil, darah perokok akan mengandung kurang antioksidan, karena sifatnya yang aktif sistem kekebalan perokok mungkin lebih cepat tanggap terhadap serangan virus.
· Efek yang akan perokok rasakan seperti kenyamanan, relaksasi, kewaspadaan, stimulasi, konsentrasi dan banyak lagi lainnya. Bahkan, merokok akan menghasilkan efek yang berbeda pada setiap individu tergantung pada harapan perokok. Perokok akan menggunakan harapan-harapan tersebut sebagai sarana untuk melanjutkan kebiasaannya itu.
· Pada orang dewasa, perokok pasif dapat menyebabkan penyakit jantung dan pernapasan yang serius, termasuk penyakit jantung koroner dan kanker paru-paru. Apabila bayi yang menjadi perokok pasif dapat menyebabkan kematian mendadak dan tak kalah juga pada wanita hamil akan menyebabkan berat lahir bayi yang rendah.
Pengusaha Rokok Ini Tidak Merokok, Lihat Alasannya!
Memang sudah bukan rahasia lagi bahwa rokok itu berbahaya bagi tubuh, tetapi pemilik perusahaan rokok terkenal ini justru tidak ingin merusak dirinya sendiri hanya karna kesenangan semata. Siapa sih Dia?
1. Direktur PT HM Sampoerna (Yos Adiguna Ginting)
Beliau bergabung dengan PT Hanjaya Mandala Sampoerna pada bulan April 2002, lalu beliau menjabat menjadi Direktur pada bagian Sumber Daya Manusia pada Juni 2003. Pada tahun 2017 di Universitas Airlangga Surabaya Yos Adiguna Ginting mengatakan bahwa dirinya tidak merokok karena menurutnya merokok itu adalah pilihan orang dewasa dan tidak merokok adalah pilihannya.
2. Pemilik Perusahaan PT Gudang Garam (Susilo Wonowidjaja)
Beliau sukses dengan bisnisnya hingga kekayaannya mencapai 5,3 miliar dolsr AS. Beliau memiliki alasan unik ntuk tidak merokok yang diungkapkan kepada karyawannya, beliau bukan tidak bangga dengan hasil produksinya tetapi menurut Susilo, di bungkus rokook sudah terdapat peringatan merokok yang akan menyebabkan bebagai penyakit termasuk jantung dan kanker, beliau tidak ingin menjadi orang kaya yang punya penyakit mematikan sehingga tidak bisa menikmati kekayaannya. Tapi, alasan membuat pabrik rook cukup mengejutkan yakni karena rokok dibuat untuk orang yang tidak bisa membaca, sudah tertera dengan jelas larangan merokok seharusnya pengingat itu tidak diabaikan begitu saja.
Jahatnya Dampak Perokok Pasif, kenapa yaa?
Meskipun tidak secara langsung merokok, menghirup asap rokok orang lain saja secara signifikan dapat meningkatkan risiko asma, kanker paru-paru, beberapa masalah pernapasan, masalah jantung dan infeksi telinga. Dilansir dari laman Boldsky, berikut berbagai bahaya kesehatan menjadi seorang perokok pasif :
1. Masalah pernapasan Ada senyawa beracun tertentu seperti sulfur dan amonia pada asap yang terbentuk oleh para perokok. Asap-asap tersebut akan mengiritasi paru-paru, tenggorokan dan mata. Dan juga dapat menyebabkan asma dan bronkitis.
2. Mengganggu perkembangan janin Mengapa merokok pasif berbahaya bagi ibu hamil? Ya karena itu dapat mempengaruhi perkembangan yang berhubungan dengan janin. 3. Kanker paru-paru Risiko kanker paru-paru secara signifikan dapat meningkat jika terpapar oleh asap rokok. Ini adalah salah satu risiko dari merokok pasif.
4. Masa hidup Ahli Kesehatan menyatakan bahwa merokok pasif dalam jangka panjang juga dapat mengurangi umur panjang seseorang secara signifikan.
5. Penyakit jantung Merokok pasif juga dapat memaksimalkan risiko seseorang untuk menderita penyakit jantung. Selama periode waktu tertentu, asap rokok sekunder benar-benar memengaruhi keadaan kesehatan.
6. Stroke Seseorang yang terkena asap rokok pasif dalam waktu lama, juga dapat berisiko stroke yang mengakibatkan darahnya menggumpal.
7. Aterosklerosis Sebuah kondisi yang disebut sebagai aterosklerosis ini cenderung mempersempit arteri seseorang. Merokok pasif dapat menyebabkan kondisi tersebut.
8. Dampak terhadap anak-anak. Apa dampak dari merokok pasif pada anak-anak? Ketika bayi terpapar oleh asap rokok orang lain, asap itu dapat menyebabkan bronkitis, pneumonia dan asma. Para ahli kesehatan juga mengatakan bahwa fungsi paru anak-anak bisa terpengaruh ketika mereka terkena asap rokok.
“Penerapan kawasan tanpa rokok (KTR) merupakan kewajiban setiap pemerintah daerah, seperti yang tertera pada UU Kesehatan no. 36 tahun 2009. Hal ini penting mengingat tren peningkatan perokok usia 15- 24 tahun. Permasalahan ada pada iklan rokok yang masih banyak dijumpai di tiga kota di Sumatera Barat, sehingga penerapan KTR di tempat umum menjadi sulit. Terbentuklah pertanyaan keefektifan penerapan kebijakan perda kota tentang KTR dalam perlindung perokok pasif dan penurunan perokok aktif” Nizwardi Azkha, SKM, MPPM, MPd, MSi, tahun 2013.
Dalam saat ini merokok memang sudah jadi kebiasaan, terutama di Indonesia sendiri, dan mendominasi adalah kalangan remaja. Orang tua saat ini harus lebih tegas lagi kepada anak-anak mereka, karena pergaulan salah satu kunci anak bisa melakukan apa saja.
Dorongan untuk berhenti merokok untuk remaja yaitu niat dari diri sendiri dan juga dorongan dari orang lain. Yang bisa di lakukan yaitu mengadakan penyuluhan tentang bahayanya merokok. Kalau tidak di hentikan sejak dini akan berdampak buruk di hari tua nanti.
Daftar Pustaka
https://www.gosign.co.id/2019/10/11/tiga-pengusaha-rokok-ini-tidak-merokok-simak-alasannya/
Ahmad, Masyaril. Menggadaikan Nyawa Dengan Menghirup Asap Rokok Orang Lain. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150707100309-255-64823/menggadaikan-nyawa-dengan-menghirup-asap-rokok-orang-lain, Selasa, 07 Jul 2015 10:03 WIB
Titin Setyani, Aprina, Ali Sodik, Muhammad. Merokok di kalangan Remaja. file:///C:/Users/ACER/Downloads/Pengaruh%20Merokok%20Bagi%20Remaja%20Terhadap%20Perilaku%20dan%20Pergaulan%20Sehari-hari.pdf 2018
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
