Penyikapan Terhadap Cemburu dalam Hubungan Percintaan
Curhat | 2023-11-27 16:49:41
Hubungan merupakan adanya ikatan antara insan manusia dalam mencapai tujuan atau bahkan berlandaskan pada perasaan. Hubungan ini dapat terjadi antara dua orang anak manusia atau bahkan lebih tergantung pada bagaimana tujuan dan landasan yang digunakan. Salah satu bentuk hubungan yang banyak dimiliki dan dibentuk adalah hubungan percintaan. Hubungan percintaan merupakan sebuah kedekatan yang dapat dikatakan keintiman yang terjadi antara dua manusia yakni perempuan dan laki-laki (Yulianto, 2009). Hubungan percintaan menjadi sebuah simbol bagaimana kisah mereka akan terbentuk dan mengalir sebagaimana tujuan yang diinginkan dalam menjalin hubungan tersebut.
Dewasa ini, kisah dalam hubungan percintaan ternyata tidak selamanya berada di fase yang selalu menimbulkan kehangatan hati dan juga kesenangan baik bagi pihak laki-laki maupun perempuan. Namun juga menimbulkan adanya rasa cemburu yang kerap hadir menjadi pewarna dalam hubungan percintaan ini. Cemburu merupakan reaksi emosional (Kupfer et al., 2022).Kognisi dan tingkah laku yang timbul sebagai akibat dari adanya ketidakinginan yang terjadi dalam hubungan percintaan. Cemburu ini menjadi sebuah hal yang terjadi melalui adanya proses dan tidak terjadi secara begitu saja dalam sebuah hubungan percintaan sekaligus memiliki adanya alasan pasti mengapa terjadi (Dewi & Sumantri, 2020).
Cemburu ini terdiri dari lima tahapan. Pertama, primary appraisal yang merupakan tahapan dimana individu memiliki adanya ancaman pada hubungan yang terjalin. Hal ini dikembalikan lagi dari hubungan kualitas yang terjalin, ancaman dalam hubungan, perbedaan latar belakang atau bahkan pemikiran sendiri yang membuat cemburu ini muncul. Kedua, secondary appraisal adalah persepsi adanya ancaman dari situasi yang terjadi sehingga menimbulkan kecemasan namun dapat dicegah dengan meneliti dan berhati-hati dalam menyelidiki berkaitan dengan permasalahan dalam hubungan yang terjadi. Ketiga, reaksi emosional yang merupakan dampak dari adanya rasa cemburu dalam diri terhadap pasangan. Hal ini biasanya ditunjukan dengan perubahan terhadap karakter dan emosi yang dimiliki individu karena terbentuknya rasa cemburu ini dalam diri. Keempat, adalah coping yang merupakan sebuah usaha dalam mengurangi dampak negatif dari rasa cemburu karena merupakan sebuah ancaman dalam hubungan percintaan yang dijalani. Kelima. Hasil coping yang merupakan sebuah respon dari tahap akhir cemburu ini tergambarkan (Yulianto, 2010). Hal ini dapat berbeda antara individu yang menjalani hubungan karena proses yang melandasi tercipta rasa cemburu ini melalui perbedaan hal dan juga karakter dari pasangan yang dimiliki.
Cemburu merupakan suatu hal yang wajar terjadi dan ada dalam suatu hubungan, mengingat adanya perasaan dan praduga yang dimiliki dalam diri manusia dan individu. Hanya saja, cemburu ini tidak diharuskan dan wajib dibatasi pada perkara yang dibatasi dan disepakati oleh masing-masing pasangan. Perlu dilakukannya hal ini karena cemburu ini sangat berbahaya bagi keberlanjutan hubungan yang terjalin (Camelia, 2020). Cemburu harus mampu disikapi dan diselesaikan dengan baik agar tidak mengancam keberlangsungan dalam sebuah hubungan percintaan yang berujung pada kandasnya kisah kasih yang telah terjalin dan memuat cerita di dalamnya.
Cemburu dapat terjadi dari berbagai alasan dan menimbulkan berbagai jenis cemburu dari landasan tersebut. Tentu dampak yang ditimbulkan akan sangat mengancam keberlangsungan dalam hubungan. Cemburu yang berlebihan dan tidak terselesaikan dengan baik akan tidak menimbulkan adanya dampak selesainya hubungan yang terjalin akibat cemburu ini. Individu yang terlibat dalam hubungan haruslah mampu mengambil pikiran yang positif dan tidak gegabah jika rasa cemburu ini menguasai diri. Perlu adanya ketenangan jiwa dan keinginan penyelesaian yang baik sehingga mampu menghantarkan pada pencapaian kelanggengan hubungan percintaan berdua sampai seterusnya tanpa cemburu mampu memisahkan atau menjadi penyebab selesainya hubungan yang terjalin.
Referensi:
Camelia. (2020). 5 Dampak Buruk dari Rasa Cemburu yang Berlebih. Liputan6.Com. https://www.liputan6.com/citizen6/read/4368342/5-dampak-buruk-dari-rasa-cemburu-yang-berlebih
Dewi, P. Y. T., & Sumantri, M. A. (2020). Menguji kepuasan hubungan melalui intimasi dan perasaan cemburu pada pelaku hubungan friends with benefits. Jurnal Psikologi Teori dan Terapan, 10(2), 114-126.
Kupfer, T. R., Sidari, M. J., Zietsch, B. P., Jern, P., Tybur, J. M., & Wesseldijk, L. W. (2022). Why are some people more jealous than others? Genetic and environmental factors. Evolution and Human Behavior, 43(1), 26-33.
Yulianto, A. (2009). Proses Cemburu dalam Hubungan Percintaan [Jealousy proccess in intimate relationship]. Metamorfosis, 3(15), 6–11.
Yulianto, A. (2010). Proses Cemburu dalam Hubungan Percintaan [Jealousy proccess in intimate relationship]. Metamorfosis, 4(18), 14–19.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
