Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Nadia Kayana Ade Puteri

Pengaruh k-pop terhadap remaja

Edukasi | Sunday, 27 Nov 2022, 22:08 WIB

Pada saat ini budaya k-pop berkembang sangat pesat di seluruh dunia termasuk Indonesia. Budaya Korea Selatan berhasil menarik perhatian banyak orang khususnya generasi muda dengan alur drama yang membuat mereka hanyut ke dalam drama tersebut, music khas serta koreografi yang modern, dan fashion yang memiliki keunikan tersendiri.

Kepopuleran k-pop di Indonesia menyebabkan kekerasan simbolik di mana kekerasan simbolik adalah kekerasan dalam bentuk halus, kekerasan yang dikenakan pada agen-agen sosial tanpa mengundang resistensi. Sehingga menyebabkan generasi muda lebih tertarik pada budaya Korea Selatan dibandingkan Negaranya sendiri. Banyak dampak pengaruh yang disebabkan oleh k-pop terhadap generasi muda baik itu positif dan negative. (Bourdieu, 1991). Budaya K-pop dapat memberikan dampak positif dan negative terhadap remaja, contoh dampak positifnya adalah:

1. Mendapat motivasi untuk berprestasi dan semangat belajar

Terdapat banyak kisah idol k-pop yang menginspirasi dan dapat dijadikan sebagai motivasi belajar, contohnya Park Jeongwoo dari grup Treasure. Saat menduduki bangku di Sekolah Menengah, Jeongwoo pernah mengikuti pertukaran siswa ke Australia dan berpartisipasi dalam kompetisi debat. Dia juga bermimpi menjadi seorang ahli bedah dan tertarik pada sains. Saat di kelas dia sangat baik dalam pelajaran dan merupakan siswa terbaik di sekolah. Saat ini dia bersekolah di SOPA (School of Performing Arts Seoul) dan mengambil jurusan music.

2. Mendapatkan banyak teman

Para kpopers biasanya menggunakan aplikasi twitter untuk mendapatkan informasi tentang idol kesukaan mereka dan mendapatkan banyak teman dari berbagai daerah, maupun dari luar Negeri karena memiliki sifat yang sama, mengagumi idol yang sama, ataupun menyukai k-drama yang sama.

3. Menjadi ladang berjualan

Tak sedikit kpopers yang membuka online shop dengan menjual hal-hal yang berbau k-pop seperti pakaian, kosmetik, photocard, album, merchandise official maupun non-official.

4. Dapat menghilangkan stress

Industri k-pop memberikan berbagai macam hiburan, seperti acara variety show yang biasanya berisi games dan dimainkan oleh anggota boygroup atau girlgroup tersebut. Acara ini mengundang gelak tawa para penonton karena kelakuan konyol yang dilakukan oleh para anggota tersebut. Selain variety show, lagu mereka seringkali relate dengan kehidupan yang sedang kita jalani, contohnya lagu my treasure dari grup Treasure, lagu ini memberitahukan bahwa tidak apa-apa jika gagal dan jangan menyerah untuk mencobanya kembali, dan memberi semangat bahwa kita akan bersinar suatu saat nanti.

Disamping adanya dampak positif tentu juga ada dampak negative yang disebabkan oleh pengaruh kpop tersebut, seperti:

1. Sikap fanatisme

Fanatisme diartikan pengabdian seseorang terhadap suatu objek dimana menimbulkan gairah, keintiman, dan hasrat yang biasanya melampaui rata-rata dari biasanya. Objek biasanya mengacu pada produk, merek, serta seseorang (selebriti), acara tv, dan kegiatan konsumsi lainnya. Fanatisme biasanya menganggap dirinya benar dan mengabaikan fakta dan argument dari yang bertentangan dengan pemikiran dan pemahaman mereka (Chung, Beverland, Farrelly & Quester, 2008).

2. Insomnia

Tak jarang penggemar k-drama bergadang untukmarathon menonton drama yang ia sukai. Hal tersebut sangatlah tidak sehat dan menyebabkan berbagai penyakit, contohnya diabetes mellitus, stroke, kejang, sistem kekebalan tubuh lemah, hingga penyakit jantung.

3. Cara berpakaian

Kadang efek dari budaya k-pop ini juga mempengaruhi anak dalam berpakain terutama untuk perempuan yang ingin mencontoh pakaian yang dipakai oleh idolanya. Kadang mereka memakai baju yang kurang sopan dan ini bertentangan sekali dengan agama apalagi Indonesia yang didominasi oleh agama islam.

4. Lupa waktu

Terkadang penggemar k-pop ini lupa akan waktu yang telah terbuang karena terlena akan keinginan melihat idolanya sehingga menyebabkan lupa belajar, lupa istirahat, dan lupa mengerjakan tugas karena streaming MV idolnya atau menonton k-drama.

Itu dia beberapa dampak positif dan negative dari budaya k-pop untuk generasi muda di Indonesia. Kita mempunyai kebebasan untuk menyukai budaya luar tapi jangan sampai kita lebih tertarik pada budaya luar daripada budaya Indonesia ya!

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image