Pro Kontra Aktif Organisasi Kampus Lebih Mudah Mendapatkan Pekerjaan

Image
Citra Arofah
Edukasi | Monday, 20 Jun 2022, 23:26 WIB

Mahasiswa merupakan sebuah label teruntuk seseorang yang sedang menimba ilmu di suatu perguruan tinggi, universitas, institut, sekolah tinggi, maupun polteknik. Tugas utama seorang mahasiswa ialah menuntut ilmu dan belajar dengan giat agar menjadi bibit unggul yang membanggakan dan mengharumkan nama bangsa. Meskipun tugas utama mahasiswa ialah belajar dan menuntut ilmu, akan tetapi mahasiswa juga memiliki peran yang cukup penting. Beberapa peran penting mahasiswa adalah sebagai agent of change (agen perubahan ke arah yang lebih baik), Iron Stock (memiliki pribadi yang baik dan akhlak mulia), Guardian of Value (penjaga nilai luhur dan mulia), Moral Force (memiliki kekuatan moral di tengah masyarakat), dan yang terakhir social control (pengontrol kehidupan sosial).

Mahasiswa memiliki tugas utama yakni belajar dan juga beberapa peran penting terhadap masyarakat seperti yang telah disebutkan. Oleh karena itu, bukanlah hal asing bahwa seringkali ditemukan mahasiswa yang mendaftar dan menjadi anggota organisasi yang terdapat di universitas masing-masing untuk melaksanakan peran mereka. Banyak alasan yang menyebabkan mereka untuk mengikuti organisasi, misalnya ingin mendapatkan relasi yang lebih luas, memperoleh pengalaman baru, mengembangkan potensi mereka, dan lain sebagainya.

Mayoritas mahasiswa mulai mencoba aktif berorganisasi dengan mendaftar organisasi dalam kampus. Organisasi dalam kampus sendiri identik dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Himpunan Mahasiswa (HIMA). Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) merupakan suatu organisasi kemahasiswaan sebagai lembaga eksekutif di taraf Universitas atau Institut. Sedangkan Himpunan Mahasiswa (HIMA) merupakan suatu organisasi mahasiswa yang merupakan lembaga eksekutif di tingkat program studi.

Beberapa orang berpendapat bahwa jika tidak aktif berorganisasi khususnya BEM dan HIMA, maka akan kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan. Kemudian muncullah menfess di base @collegemenfess yang menayakan opini pro dan kontra netizen mengenai statement “Kalo ngga pernah ikut BEM atau HIMA nanti susah cari kerjanya”.

twitter @collegemenfess

Beragam opini muncul di replyan menfess tersebut, ada yang pro dan ada juga yang kontra. Pihak pro berpendapat bahwa yang mengikuti BEM atau HIMA mendapatkan relasi atau kenalan yang dapat membantu untuk mendapatkan pekerjaan dan terkadang ada persyaratan rekrutmen yang memprioritaskan jobseeker yang memiliki pengalaman organisasi. Bahkan terkadang ada yang memiliki tingkat solidaritas nya cukup kuat, misalnya terkadang alumni akan mengajak adik tingkatnya yang aktif organisasi untuk bekerja dengannya. Pihak pro berpendapat bahwa mengikuti BEM atau HIMA juga mengasah soft skill mereka seperti problem solving dan kepemimpinan juga menambah keberanian untuk berbicara di depan orang banyak.

Sedangkan untuk pihak kontra, mereka berpendapat bahwa tidak mengikuti BEM atau HIMA tidak mempengaruhi sulit tidaknya mendapatkan pekerjaan karena untuk mendapatkan pekerjaan yang diutamakan ialah skillnya. Pihak kontra berpendapat bahwa untuk memudahkan mendapatkan pekerjaan, mereka lebih menyarankan mengikuti volunteer, organisasi luar kampus, workshop, pelatihan, part time, magang, dan kursus bahasa daripada mengikuti BEM ataupun HIMA. Dikarenakan untuk perekrutan karyawan, mayoritas yang diprioritaskan yakni skill mereka sendiri dan juga pengamalan magang dan part time daripada organisasi intra kampus. Mereka juga berpendapat bahwa BEM ataupun HIMA mempersulit waktu kuliah karena adanya rapat rutin yang sering berakhir sampai tengah malam, padahal waktu tersebut bisa digunakan untuk hal lain yang lebih bermanfaat seperti belajar.

Dari berbagai opini tersebut baik pro maupun kontra, sebenarnya tidak ada yang salah maupun benar. Dikarenakan mengikuti BEM atau HIMA bukanlah hal negatif, tapi akan lebih baik tidak hanya berfokus pada organisasi tersebut. Mahasiswa bisa aktif dalam BEM atau HIMA untuk menambah relasi juga mengasah soft skill dan mengikuti kegiatan lainnya yang bermanfaat seperti magang, volunteer, part time, dan sebagainya untuk menambah value diri dan hard skill mereka agar memudahkan mereka mendapatkan pekerjaan. Semua tergantung pada diri masing-masing, bisa tidaknya untuk membagi waktu yang baik agar tidak kewalahan dan malah menjadi boomerang pada diri sendiri. Dengan memiliki manajemen waktu yang baik untuk mengikuti BEM atau HIMA juga kegiatan bermanfaat lainnya, maka kemungkinan untuk mudah mendapatkan pekerjaan cukuplah besar.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Mahasiswi S1 Akuntansi, FEB, Universitas Airlangga.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Peringati Hari Dharma Karyadika ke 77, Imigrasi Semarang Gelar Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan

Image

Sunarji Harahap, Penulis Juara 1 Nasional Lomba Nulis Jurnalistik KNKS

Image

Sepeda Santai, Ramaikan HDKD dan HUT Kemerdekaan RI Ke-77 Tahun 2022

Image

Gerakan Gemar Membaca Dimulai dari Perpustakaan Desa

Image

5 Cara Memulai Go Digital Untuk UMKM Pemula, Bikin Omset Meningkat

Image

Terampil, Warga Binaan Lapas Kelas IIA Permisan Mulai Mahir Membuat Roti

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image