Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Johanes Baptista

Kampus dan Mahasiswa: Benteng Terakhir dalam Melawan Korupsi

Politik | 2026-11-03 16:11:40

Kasus korupsi sudah sangat tidak asing bagi rakyat Indonesia. Mungkin bisa saja kasus korupsi sudah bukan lagi hal yang mengagetkan. karena korupsi sudah seperti tradisi dalam politik Indonesia, merambah pemerintahan, sektor swasta, bahkan dunia pendidikan, sehingga mengikis kepercayaan publik dan menghambat pembangunan. Dalam kondisi tersebut, perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai tempat membentuk karakter dan integritas calon pemimpin bangsa, sementara mahasiswa sebagai agen perubahan dan kontrol sosial berperan menumbuhkan budaya antikorupsi, dimulai dari kejujuran akademik. Oleh karena itu, artikel ini membahas maraknya praktik korupsi di Indonesia serta peran perguruan tinggi dan mahasiswa dalam upaya pemberantasannya.

Menurut Dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Dr. Zainal Arifin Mochtar menilai ada tiga faktor utama yang menjadi akar permasalahan korupsi di indonesia, yakni pragmatisme, keserakahan, dan kegagalan dalam membangun sistem yang baik. Menurutnya, sistem yang tidak dibangun dengan baik membuka celah untuk penyalahgunaan wewenang, ”Misalnya, masalah impor bahan kebutuhan pokok sering kali disebabkan oleh data yang tidak akurat atau pendataan yang tidak jelas. Begitu juga dengan masalah kuota impor yang tidak trasparan dan sering disalahgunakan” katanya. (Lintang, 2025)

Terakhir, ia juga menekankan pentingnya kemauan (willingness) dari semua pihak untuk membarantas korupsi. Ia menilai bahwa masalah terbesar bukan terletak pada kemampuan. Melainkan pada kemauan untuk menegakkan hukum dan menjaga integritas. (Lintang, 2025)

Disinilah perguruan tinggi berperan penting sebagai penyedia pendidikan antikorupsi yang dinilai menjadi salah satu strategi pemberantasan korupsi karena dapat menciptakan ekosistem budaya antikorupsi dalam membangun karakter generasi muda. (Veratika, 2021)

Menurut Dr. Samuel M. P. Hutabarat (Ketua Ikatan alumni FH UNPAR-cum-dosen FH Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya) dan Soraya Sri Anggarawati (spesialis sosialisasi & kampanye Antikorupsi KPK) dimoderatori Christiana Henny (Trainer & Business Development PT RAD Utama Riset) dalam webinar nasional ”Tunjukkan Aksi Lawan Korupsi (TALKorupsi) 2021 yang diselenggarakan Universitas Katolik Parahyangan(UNPAR).

Samuel dalam pemaparannya menjelaskan pentingnya peran pemuda apalagi indonesia yang nantinya menuai bonus demografi. ”Bagi Indonesia yang nantinya menuai bonus demografi, ini merupakan modal besar untuk kemajuan bangsa. Catatannya hanya satu, apakah kita bisa memanfaatkan ini demi kebaikan dan kemajuan bangsa?” tutur Samuel. (Veratika, 2021)

Menurut dia, hendaknya generasi muda ini menjadi pilar yang memberikan pengaruh positif, paling tidak untuk lingkungan sekitarnya. Sebagai generasi penerus bangsa, pemuda mempunyai tanggung jawab termasuk peningkatan kesadaran tentang bahaya laten korupsi.

”Pendidikan antikorupsi yang diinisiasi KPK patut di apresiasi, institusi lain dan masyarakat juga harus mendukung yang sudah dilakukan oleh KPK. Tidak salah jika kita berpikir pentingnya pendidikan antikorupsi, mulai dari yang sifatnya informal seperti webinar/kuliah umum hingga dimasukkan sebagai pendidiakan kurikulum” ujarnya. (Veratika, 2021)

Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) mendapatkan kehormatan dan kesempatan untuk menyelenggarakan kuliah umum bersama dengan Komisi Pembarantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) dengan tema ”pendidikan antikorupsi sebagai integritas wujudkan Indonesia bangkit lebih kuat”. Pengisi materi kuliah umum adalah deputi bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat, Dr. Ir. Wawan Wardiana. Yang dilaksanakan pada tanggal 1 November 2022 bertempat di Auditorium UPY, dengan peserta 650 mahasiswa semester 1 yang menempuh mata kuliah pendidikan Pancasila serta jajaran dekanat di lignkungan UPY. (Universitas PGRI Yogyakarta, 2022)

Materi berisi bagaimana mahasiswa dan civitas akademika UPY bisa berperan aktif dalam pesan mencegah dan melaporkan perilaku korupsi. Dengan harapan, semua civitas akademika UPY semakin membuka wawasan untuk berperan dalam menerangi korupsi dan membawanya ke dalam kehidupan masyarakat. Dr. Wawan menambahkan bagaimana peran mahasiswa dan masyarakat dalam memberantas korupsi dengan melakukan 3L yaitu Lihat, Lawan, Laporkan.

Lintang. (2025, Maret, 24). Pragmatisme, Keserakahan, dan Kegagalan Membangun Sistem jadi Akar Persoalan Korupsi di Indonesia.

Ira Veratika. (2021, September, 6). Pentingnya Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi. unpar.ac.id

(2022, November, 26). Pentingnya Peran Mahasiswa dalam Pemberantasan K orupsi. elektromedis.upy.ac.id

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image