Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Inggit Oktia Berliana

Pengaruh Media Sosial Terhadap Standar Kecantikan

Teknologi | 2026-09-25 11:09:18
Sumber : Generated by AI

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat standar kecantikan melalui media sosial, seperti TikTok dan Instagram. Kita bisa melihat orang dengan kulit mulus, wajah cantik, tubuh langsing, dan penampilan yang terlihat sempurna. Karena sering melihat hal tersebut, kita bisa menganggap bahwa penampilan seperti itu adalah gambaran orang yang cantik. Padahal, kecantikan tidak hanya dilihat dari bentuk wajah atau tubuh. Media ikut membentuk pandangan kita tentang tubuh, wajah, warna kulit, dan penampilan yang dianggap ideal.

Menurut saya, pengaruh media sosial ini cukup terasa dalam kehidupan sehari-hari. Ketika melihat orang lain yang dianggap lebih cantik atau memiliki tubuh ideal, seseorang bisa mulai membandingkan dirinya sendiri. Apalagi banyak foto dan video yang menggunakan filter dan editing, sehingga penampilan terlihat lebih sempurna dari aslinya. Konten yang sering kita lihat juga bisa muncul berulang kali. Akibatnya, kita bisa menganggap bahwa penampilan tersebut adalah standar kecantikan yang harus diikuti.

Sebenarnya, tidak ada salahnya jika seseorang ingin merawat diri atau mengikuti tren kecantikan. Namun, masalah muncul ketika standar tersebut membuat seseorang merasa kurang percaya diri karena bentuk tubuh, warna kulit, atau wajahnya berbeda. Dalam kehidupan sehari-hari, hal ini dapat terlihat dari kebiasaan membandingkan penampilan, memberikan komentar tentang tubuh orang lain, atau melakukan body shaming. Standar kecantikan juga dapat memengaruhi kepercayaan diri dan cara seseorang melihat dirinya sendiri.

Karena itu, menurut saya kita harus lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Kita tidak perlu mengikuti semua standar yang sedang populer untuk dianggap cantik. Adanya body positivity dan body neutrality juga menunjukkan bahwa setiap orang memiliki bentuk tubuh dan keunikan masing-masing. Bagi saya, kecantikan tidak memiliki satu standar. Yang lebih penting adalah bisa menerima diri sendiri dan menghargai orang lain tanpa menilai seseorang hanya berdasarkan penampilannya.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image