Sikap Kaku dan Isolasi Diplomasi Suriah terhadap Iran
Kolom | 2026-10-20 14:15:58
Sikap Kaku dan Isolasi Diplomasi Suriah terhadap Iran
Situasi di Timur Tengah telah mengalami berbagai perubahan, terutama salah satu kejadian yang paling mengguncang Timur Tengah adalah jatuhnya rezim keluarga Assad yang dimulai Hafez al Assad hingga Bashar al Assad yang telah berkuasa hingga 53 tahun oleh pasukan oposisi bebasis di Idlib yang didukung oleh Turki dan dunia internasional yang dipimpin Abu Muhammad al-Julani (nama samaran) atau Ahmed al Sharaa yang kini menjadi Presiden Sementara Suriah dalam masa transisi 5 tahun. Perubahan yang terjadi menyebabkan pergeseran dinamika politik dan diplomatik di antara negara-negara Timur Tengah terutama yang berkaitan dengan Suriah saat ini yang sedang berusaha memperbaiki citranya di dunia internasional yang pada rezim sebelumnya mengalami isolasi dan sanksi sehingga membuat Suriah tertutup.
Akan tetapi ada satu anomali yang terjadi dalam dinamika diplomatik Suriah dimana disaat sedang menghubungkan kembali dengan dunia internasional, ada satu negara yang sepertinya disengajakan oleh Suriah untuk tidak membuka hubungan hingga saat ini yaitu Iran. Sikap kaku diplomatik yang dilakukan Suriah terhadap Iran membuat terjadi penghambatan dan kebingungan di tengah-tengah usaha Suriah dalam membutuhkan berbagai pihak dalam membangun kembali negara yang hancur. Namun hal ini juga ada pandangan lain dimana sikap yang ditunjukan juga menjadi cara bagi rezim yang baru mempertahankan stabilitas serta upaya dalam mengurangi gangguan kedaulatan Suriah yang sebelumnya banyak negara asing intervensi dalam perang saudara di Suriah salah satunya Iran yang berpihak kepada rezim sebelumnya.
Transition Regime Survival
Dalam hubungan internasional kita bisa melihat apa yang dilakukan Suriah kepada Iran hari ini dengan menggunakan teori realisme yang fokus kepada “State” sangatlah mewajarkan tindakan suriah hari ini karena salah satu konsep dalam realisme adalah human nature yang dikembangkan oleh Thomas Hobbes yang menilai bahwa manusia saling berkompetisi satu sama lain untuk menjadi terkuat karena mempunyai hak untuk hidup dan mendapatkan kebahagiaan yang diimpikan. (Hobbes, 2010, 63)
Hobbes yang menjelaskan manusia berhak untuk hidup dan bahagia akan tidak akan percaya dengan manusia lainnya yang mengakibatkan dirinya akan melindungi dirinya sendiri dan berusaha untuk membuat reputasi dan menjaganya. (Hobbes, 2010, 65)
Apa yang dikatakan oleh Hobbes sangatlah terkait dengan kondisi suriah hari ini. Pada hari ini Suriah sedang mengalami transisi dari negara tertutup diktaktor ke negara yang terbuka dan tidak bisa di intervensi oleh siapapun. Flashback ke masa rezim sebelumnya dibawah keluarga Assad yang membuat Suriah tidak punya kontrol secara penuh di wilayahnya terutama karena intervensi yang dilakukan oleh Iran yang melindungi keluarga Assad membuat banyak tindakan yang telah diambil dan dilaporkan oleh banyak media internasional terutama dalam perang saudara yang diindikasi membuat banyak warga sipil berjatuhan jiwa dan menjadikan sebuah rasa tidak suka kepada Iran sangatlah tinggi. Kehadiran Iran di rezim sebelumnya menjadi sebuah sinyal bagi pemerintah transisi Suriah hari ini untuk menjaga jarak dengan Iran karena faktor dalam mempertahakan pemerintahan yang masih berjuang dengan kestabilan, mengembalikan kontrol penuh negara dan berusah untuk tidak menyalakan ketidakpercayaan masyarakat Suriah yang mempunyai ingatan trauma hubungan Iran dengan rezim sebelumnya.
Dilema di Lapangan: Normalisasi dengan dunia Arab dan Pembatasan Teheran
Sejak jatuhnya rezim Assad dan masuk ke masa baru dibawah As-Sharaa Suriah mulai mengalami sebuah dilema yang menghadapi di kawasan. Dulunya Suriah yang dikenal sebagai “Bulan Sabit Syiah” yang menghubungkan Iran dengan Hizbullah menjadi salah satu perisai anti rezim teheran yang membuat pengaruh Iran menjadi menurun di Timur Tengah. (Amir Soltanzadeh 2024).
Salah satu penyebab mengapa Suriah mulai menjadi anti Iran karena ada faktor-faktor yang menyebabkan hal tersebut. Setelah Assad jatuh Suriah mulai dimasuki oleh negara-negara Arab terutama negara teluk yang sangat kaya raya dengan melalui skema bantuan rekonstruksi dan investasi. Salah satu bentuknya adalah Qatar melalui konsorsium akan membantu pembangunan bandara internasional damaskus hingga ekspansinya dengan kontrak mencapai 4 miliar dollar AS. (Lakes 2025).
Adapun dari Arab Saudi dan Qatar yang menghapus utang Suriah di World Bank sebesar yang membuka jalan bagi Suriah untuk kembali mendapatkan bantuan dana dari World Bank dalam membangun kembali negara yang mengalami kehancuran luar biasa. Bantuan dan pembukaan kembali hubungan dengan negara-negara Arab membuat perhatian Suriah dalam membangun kembali dengan Iran masih dikatakan jauh karena statement langsung dari Presiden Sementara Suriah Ahmed al Sharaa bahwa Ia ingin bisa melakukan kembali dengan Iran namun harus dengan menghormati kedaulatan negara Suriah dan tidak boleh mengintervensi urusan dalam negeri Suriah. Hal ini sangatlah relate dengan Realisme bahwa negara harus bisa berdiri dan mempertahankan kedaulatannya. Kejadian yang terjadi di masa lampau juga menjadi pelajaran bagi pemerintahan Suriah sekarang harus berhati-hati dalam memulai kembali hubungan dengan Iran dan menyeimbangkan hubungan dengan negara-negara Arab yang saat ini menjadi bantuan utama dalam rekonstruksi Suriah. (Metrotvnews.com 2025).
Arah hubungan Suriah-Iran
Kebijakan yang terlihat menjauhi Iran pada hari ini pun bisa menjadi ancaman bagi Suriah ke depan meskipun Iran tidak terlihat ingin melakukan tindakan-tindakan kepada Suriah hari ini. Akan tetapi apa yang harus dilakukan Suriah adalah harus bisa menegakan otoritas atas keseluruhan negara yang sebelumnya terbagi dan bisa melakukan hubungan dengan berbagai kawasan terutama di Timur Tengah yang sesuai dengan keinginan mewujudkan keinginan untuk independensi dalam kedaulatan nasional. Suriah sendiri bisa melakukan hubungan dengan Rusia yang bersama dengan Iran di masa sebelumnya yang mendukung pemerintahan Assad, karena jika terus menghadapi hubungan yang kaku ada kemungkinan bahwa Iran akan melihat Suriah sebagai negara yang menjadi “Security Dilemma” karena kebangkitan kemampuan Suriah baik Militer yang banyak didukung negara Arab.
Maka Suriah harus bisa mempetakan kemampuannya dalam mempetakan hubungannya dengan kekuatan lain untuk bisa mengamankan posisi dan kedaulatannya yang dimana tujuan Suriah saat ini adalah untuk rekonstruksi dan stabilitas yang berkelanjutan.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
