Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image 41_Sephia Dwi Cahyani

Lompatan Satu Dekade: Daya Saing Pariwisata Indonesia Melesat ke Peringkat 22 Dunia

Wisata | 2026-10-22 14:32:56
Gambar : Ilustrasi Pariwisata/ Travel (Paxel)




Pada 2013, Indonesia berada di posisi ke-77 dunia. Dua tahun berselang, tepatnya di pengukuran 2015, posisi itu melompat drastis ke peringkat ke-50, naik 27 tingkat dalam waktu yang relatif singkat. Tren positif ini berlanjut ke 2017, ketika Indonesia kembali naik ke peringkat ke-42 secara global.

Berbagai upaya pembenahan infrastruktur, penguatan regulasi kawasan wisata, dan promosi destinasi yang makin terarah turut memperkuat posisi Indonesia di pentas internasional. Hasilnya terlihat pada evaluasi 2019, di mana Indonesia masuk 40 besar dunia dengan menempati peringkat ke-40.

Yang menarik, justru di tengah tekanan berat akibat krisis kesehatan global, daya saing pariwisata Indonesia malah menunjukkan ketahanan yang solid. Pada evaluasi 2021, peringkatnya melompat ke posisi ke-32. Dan puncaknya ada di rilis data 2024, di mana Indonesia berhasil menembus urutan ke-22 dunia.

Menanggapi data ini dalam sebuah forum publikasi nasional, sejumlah pengamat dan jurnalis senior yang mengikuti isu pariwisata menyebut capaian ini sebagai bentuk pengakuan dunia atas perbaikan ekosistem pariwisata Indonesia.

"Lompatan dari peringkat 77 ke 22 dalam sepuluh tahun bukan sesuatu yang datang begitu saja. Ini hasil nyata dari integrasi kebijakan lintas sektor, modernisasi transportasi, dan penguatan citra budaya serta keanekaragaman hayati Indonesia di mata internasional," ungkap salah satu narasumber dalam laporan yang dipresentasikannya.

Kenaikan akumulatif sebesar 55 peringkat selama periode tersebut didorong oleh banyak faktor. Mulai dari perbaikan aksesibilitas dan konektivitas transportasi, pemanfaatan teknologi digital dalam layanan wisata, peningkatan standar kebersihan dan keselamatan, hingga pengelolaan potensi alam dan budaya yang makin berkelanjutan.

Capaian ini juga menegaskan bahwa posisi Indonesia di peta pariwisata internasional makin diperhitungkan, baik di tingkat Asia Tenggara maupun secara global. Naiknya peringkat daya saing ini bisa dibaca sebagai bukti bahwa investasi jangka panjang dalam membangun ekosistem pariwisata yang inklusif memang memberikan dampak nyata bagi citra dan nilai tawar Indonesia di dunia.

Data dari periode 2013 hingga 2024 ini memberi landasan optimisme yang cukup kuat bagi para pelaku industri pariwisata nasional. Harapannya, lompatan ini tidak berhenti sebagai angka statistik semata, tapi terus mendorong peningkatan kualitas layanan destinasi, perluasan lapangan kerja, penguatan ekonomi kreatif lokal, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai destinasi prioritas di seluruh penjuru Nusantara.

Sumber riset data : https://data.go.id/dataset/dataset/peringkat-ttdi-travel-tourism-development-index

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image