Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Sarah Sinaga

Public Speaking: Kompetensi yang Menentukan Nasib Karir di Bidang SDM

Edukasi | 2026-09-12 23:43:46

Saya kerap menyaksikan kandidat dengan IPK nyaris sempurna justru gemetar dan kehilangan kata-kata saat harus presentasi di depan pewawancara, sementara kandidat dengan nilai akademik biasa saja lebih sering direkrut karena mampu menyampaikan gagasan dengan runtut dan percaya diri. Fenomena ini menunjukkan satu kebenaran yang sering diabaikan: kemampuan berbicara di depan umum, atau public speaking, adalah salah satu kompetensi paling menentukan dalam perjalanan karier seseorang, terutama di bidang sumber daya manusia (SDM).

Gambar: public speaking (Sumber: unsplash.com)

Kesenjangan yang Sering diabaikan

Banyak mahasiswa SDM, termasuk saya sendiri pada awal masa kuliah, menganggap public speaking sebagai keterampilan pelengkap, bukan kebutuhan inti. Padahal, seluruh fungsi SDM bermuara pada komunikasi—mulai dari menyampaikan kebijakan, memandu pelatihan, hingga memimpin wawancara kerja. Data terbaru memperkuat kekhawatiran ini. Chapman University Survey of American Fears (2025) mencatat sekitar 33,7 persen responden takut berbicara di depan umum, jauh dari anggapan populer bahwa ketakutan ini mengalahkan takut mati—klaim yang menurut data survei tidak terbukti. Meski begitu, riset kesehatan mental yang banyak dirujuk kalangan akademisi tetap menyebut sekitar 75 persen orang merasakan kecemasan dalam derajat tertentu saat tampil di depan umum, dan hampir separuh di antaranya melaporkan hal ini menghambat pertumbuhan karier mereka.

Dampaknya bagi Karier dan Organisasi

Menurut saya, dampak kesenjangan ini tidak berhenti pada level individu. Laporan National Association of Colleges and Employers (NACE) dalam Job Outlook 2025 mencatat kemampuan komunikasi lisan dicari oleh lebih dari dua pertiga pemberi kerja, sementara komunikasi tertulis termasuk salah satu dari sekurang-kurangnya 70 persen syarat yang dicari perusahaan. LinkedIn pada 2025 turut mencatat komunikasi sebagai keterampilan yang paling dicari selama dua tahun berturut-turut. Di sisi lain, seorang manajer SDM yang gugup saat menyampaikan kebijakan berisiko menimbulkan kebingungan, bahkan resistensi karyawan. Pewawancara yang tidak mampu menggali informasi secara efektif juga berisiko salah menilai kandidat, yang pada akhirnya memengaruhi kualitas sumber daya manusia yang direkrut organisasi.

Langkah yang Bisa Dilakukan

Saya percaya kesenjangan ini bisa dipersempit dengan langkah yang realistis. Mahasiswa SDM dapat mulai berlatih menyusun kerangka bicara, mengendalikan intonasi dan bahasa tubuh, serta membiasakan diri tampil di depan audiens—baik dalam forum kelas, organisasi kemahasiswaan, maupun simulasi wawancara kerja. Institusi pendidikan juga perlu menempatkan public speaking bukan sebagai mata kuliah pelengkap, melainkan sebagai fondasi kompetensi yang setara penting dengan mata kuliah inti lainnya, misalnya melalui praktik presentasi kebijakan SDM atau simulasi menangani pertanyaan sulit dari audiens.

Kompetensi teknis SDM tanpa diimbangi kemampuan berkomunikasi hanya akan menjadi pengetahuan yang tersimpan rapi tanpa dampak nyata. Sebaliknya, public speaking yang mumpuni menjadi jembatan yang mengubah gagasan SDM menjadi kebijakan yang dipahami dan dijalankan oleh seluruh elemen organisasi. Sudah saatnya kita berhenti memandang public speaking sebagai sekadar keterampilan pendukung, dan mulai menjadikannya prioritas dalam perjalanan karier di bidang sumber daya manusia.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image