Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Jibran Gustian

Pentingkah Public Speaking Bagi Mahasiswa?

Eduaksi | 2026-08-04 14:16:23
Sumber gambar: Ilustrasi dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Public speaking merupakan keterampilan berbicara di depan umum untuk menyampaikan gagasan, informasi, atau pesan kepada sekelompok orang secara lisan dengan jelas, terstruktur, dan persuasif sehingga tujuan komunikasi dapat tercapai. Kemampuan ini tidak hanya berkaitan dengan cara berbicara, tetapi juga mencakup kepercayaan diri, penguasaan materi, penggunaan bahasa tubuh, intonasi suara, serta kemampuan berinteraksi dengan audiens. Di tengah perkembangan era digital dan persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif, kemampuan public speaking menjadi salah satu keterampilan yang perlu dimiliki oleh setiap mahasiswa.

Dalam menghadapi dunia kerja setelah lulus dari perguruan tinggi, kemampuan public speaking merupakan salah satu soft skill yang banyak dibutuhkan. Selain menunjang kesiapan memasuki dunia profesional, keterampilan ini juga berperan penting dalam berbagai aktivitas akademik mahasiswa, seperti presentasi di kelas, mengikuti organisasi, seminar, webinar, hingga proses wawancara magang. Melalui kemampuan komunikasi yang baik, mahasiswa akan lebih mudah menyampaikan ide, membangun kerja sama, serta menunjukkan potensi yang dimilikinya.

Berdasarkan hasil penelitian, pengembangan kemampuan public speaking secara konsisten mampu meningkatkan berbagai aspek penting dalam diri mahasiswa. Latihan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat membantu mengatasi rasa cemas dan gugup saat berbicara di depan umum, membangun rasa percaya diri, meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal, kemampuan beradaptasi, serta mempersiapkan mahasiswa menghadapi berbagai situasi sosial maupun profesional. Selain itu, kemampuan public speaking juga memberikan dampak positif terhadap proses pengambilan keputusan, kepemimpinan, serta kemampuan berinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain.

Untuk meningkatkan kemampuan public speaking, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan, antara lain:

1. Mengikuti pelatihan atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang berfokus pada bidang public speaking atau komunikasi.

2. Mengikuti kompetisi public speaking maupun debat untuk memperoleh pengalaman nyata dalam menghadapi berbagai tantangan komunikasi.

3. Aktif mengikuti diskusi di kelas, organisasi, seminar, maupun workshop sehingga rasa percaya diri dan kemampuan berbicara berkembang secara bertahap.

4. Membaca buku, jurnal, maupun sumber belajar lain yang membahas teknik dan strategi public speaking.

5. Memiliki teman atau komunitas yang memiliki minat serupa sehingga dapat saling berlatih, memberikan masukan, dan mengevaluasi kemampuan berbicara.

Public speaking bukan lagi sekadar kemampuan tambahan, melainkan salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki setiap mahasiswa. Kemampuan menyampaikan gagasan secara jelas, percaya diri, dan meyakinkan dapat menjadi nilai tambah yang membedakan seseorang di tengah persaingan yang semakin ketat. Oleh karena itu, mahasiswa perlu mulai melatih kemampuan public speaking melalui presentasi di kelas, diskusi, organisasi, seminar, maupun berbagai kegiatan lainnya. Di sisi lain, perguruan tinggi juga diharapkan mampu menyediakan lebih banyak ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan ini. Dengan demikian, lulusan perguruan tinggi tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu berkomunikasi secara efektif, menyampaikan gagasan dengan baik, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan dunia profesional.

Referensi

Deha, D. (2025). Penguatan Public Speaking dalam Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Mahasiswa di Era Digital (Studi Kasus pada Sekolah Tinggi Manajemen Pariwisata dan Logistik Lentera Mondial – Lemondial Business School).

Rahmayanti, S., Asbari, M., & Fajrin, S. F. (2024). Pentingnya Public Speaking guna Meningkatkan Kompetensi Komunikasi Mahasiswa. Journal of Information Systems and Management, 3(3).

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image