Tepis Stigma Membosankan, KKN-P 60 Umsida Gagas Program GREAT untuk 84 Anak Desa Jati
Eduaksi | 2026-08-23 16:58:43
SIDOARJO — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pencerahan (KKN-P) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Kelompok 60 menginisiasi program GREAT (Gerakan Aktif Berbahasa Inggris) di Desa Jati, Kecamatan Tarokan, Kediri.
Program pendidikan ini menyasar total 84 anak, yang terdiri dari 54 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan 30 anak usia Sekolah Dasar (SD) di sekitar posko KKN-P 60.
Kegiatan GREAT dilaksanakan secara bertahap dengan intensitas dua kali dalam seminggu. Pembelajaran di MI mulai digulirkan pada 28 Juli 2026 untuk siswa kelas 6, disusul dengan bimbingan belajar di posko KKN yang dimulai pada 6 Agustus 2026.
Penanggung Jawab (PJ) Program GREAT, Cahya, mengungkapkan bahwa program ini lahir dari keresahan melihat rendahnya minat anak-anak Desa Jati terhadap bahasa asing. Banyak anak yang menganggap Bahasa Inggris sebagai pelajaran yang membosankan dan terlalu serius.
"GREAT hadir untuk menampilkan cerita baru bahwa belajar Bahasa Inggris bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan tidak melulu tegang," ujar mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris tersebut.
Metode English Fun dan Fasilitas Buku Saku
Untuk menarik minat peserta, tim KKN tidak hanya memberikan materi teoretis, tetapi memadukannya dengan permainan menebak kata (guessing games), percakapan sederhana, dan bernyanyi (sing a song).
Metode ini sejalan dengan pendekatan Communicative Language Teaching (CLT) yang mengusung konsep fun learning dan learning by doing.
Sebagai penunjang pembelajaran mandiri, tim KKN juga merancang output fisik berupa buku saku dwi-bahasa (Indonesia-Inggris). Buku tersebut berisi kumpulan kosakata (vocabulary) dasar, mulai dari tema perkenalan diri di halaman pertama hingga tema flora (bunga) di halaman terakhir.
"Buku saku ini secara khusus kami bagikan untuk anak-anak di posko agar mereka bisa melafalkan dan menghafal kosakata di rumah. Sementara untuk di MI, kami tetap menggunakan materi baku sekolah sebagai panduan utama, namun penyampaiannya kami modifikasi dengan metode English Fun," jelas Cahya.
Pendekatan tersebut terbukti membuahkan hasil positif. Pada pertemuan awal, beberapa anak masih malu dan pasif. Namun perlahan, mereka mulai berani menjawab pertanyaan dan mempraktikkan kosakata Bahasa Inggris.
Harapan Keberlanjutan Program
Melalui inisiatif ini, Cahya berharap GREAT tidak sekadar menjadi program sesaat selama masa KKN, melainkan menjadi titik awal tumbuhnya ketertarikan anak-anak terhadap Bahasa Inggris.
"Kami mungkin hanya memberikan sedikit pengetahuan dan pengalaman, tetapi kami berharap dari hal kecil tersebut muncul keberanian untuk belajar, mencoba berbicara, dan tidak takut salah," harap Cahya.
Menurutnya, tolok ukur keberhasilan program ini bukan sekadar kemampuan anak-anak dalam menghafal banyak kosakata baru.
"Bagi kami, keberhasilan GREAT adalah ketika mereka mulai berkata, 'Ternyata Bahasa Inggris itu menyenangkan dan saya ingin belajar lagi,'" pungkasnya.
Penulis: Canggih Kartiko
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
