Perjuangan Aldi Menjaga Mimpi dan Wasiat Sang Ayah
Kisah | 2026-09-21 09:00:50
DTPEDULI.ORG | BOGOR - Pukul tiga dini hari di Cibungbulang, Bogor, ketika jalanan masih diselimuti sepi, Aldi Permana sudah membelah dingin bersama gerobak buburnya. Menyusuri Kebon Kelapa sampai Cibodas, ia mengais rezeki hingga menjelang tengah hari.
Bagi mahasiswa semester akhir Jurusan Ekonomi Syariah IUQI Bogor ini, berdagang hanyalah awal dari episode panjang saban harinya. Lepas berdagang, Aldi berganti peran berdiri di depan kelas sebagai guru Bahasa Inggris di SMP dan SMK Matla'ul Anwar hingga sore.
Tak ada jeda untuk beristirahat. Usai mengajar, ia bersama adiknya langsung membawa sepeda motor menuju ladang demi ngarit, yakni mencari pakan ternak di tengah teriknya musim kemarau. Barulah saat malam menyapa, seusai pengajian warga, ia kembali duduk di depan laptop menuntaskan revisi skripsinya.
Ujian hidup yang menimpa Aldi bukanlah hal yang ringan. Kehilangan pekerjaan akibat pandemi, ditinggal almarhum ayah di awal masa kuliah, hingga mendampingi sang ibu yang berjuang melawan penyakit diabetes sempat membuatnya berada di ambang keputusan untuk putus sekolah. Namun, bisikan doa sang ibu dan pesan almarhum ayahnya untuk selalu menjaga keluarga menjadi pemantik semangat yang tak sanggup dipadamkan.
"Umi memang tidak bisa mendukung secara finansial, tetapi secara doa sangat mendukung," kenang Aldi.
Titik Balik Perjuangan
Aldi menemukan jalannya saat ia diterima dalam program Peduli Beasiswa Mahasiswa DT Peduli. Bantuan pendidikan ini menjadi penopang utama yang menjaga langkahnya tetap tegak di masa-masa kritis.
"Kalau saya tidak mendapatkan beasiswa, mungkin saya sudah tidak melanjutkan kuliah," aku Aldi jujur.
Tak berhenti di situ, melalui program Peduli Peternak Sejahtera DT Peduli, modal awal enam ekor ternak yang ia terima berhasil ia kembangkan secara telaten hingga menjadi belasan ekor aset produktif penopang ekonomi rumah tangganya.
Kerja keras dan ketekunan itu akhirnya berbuah manis. Pada 16 Juli 2026 lalu, Aldi resmi menyelesaikan sidang munaqasyah dan siap melangkah ke panggung wisuda pada September 2026 mendatang. Bagi Aldi, seberat apa pun beban yang ia pikul, ia percaya bahwa ikhtiar manusia tidak pernah berjalan sendirian.
"Sesusah apa pun masalah yang kita lewati, jangan lupakan Allah. Kita tidak pernah tahu amin yang mana yang akan Allah kabulkan," tuturnya.
Kini, Aldi menatap masa depan dengan satu optimisme besar, "Harapannya, ke depan saya bukan hanya menjadi penerima manfaat, tetapi menjadi bagian yang memberikan manfaat." (Agus ID)
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
