Alumni KBIH Aisyiyah Gelar Pengajian Haji
Info Terkini | 2026-09-13 09:33:36
YOGYAKARTA – Kelompok Alumni Bimbingan Ibadah Haji Aisyiyah menggelar Pengajian Haji di Masjid Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Ahad 13 September 2026.
Kegiatan ini diisi tausiyah oleh Ustadz Yusuf Abdul Hasan dengan tema utama: “Mengenang Semangat Perjuangan Haji Mabrur Sepanjang Umur”.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Yusuf mengajak jamaah untuk meneladani Nabi Ibrahim AS sebagai uswatun hasanah. Ia menekankan pentingnya napak tilas perjuangan Nabi Ibrahim dan keluarganya sebagai cermin keimanan sejati.
“Nabi Ibrahim adalah uswatun hasanah. Dari beliau kita belajar tawakal yang total hanya kepada Allah SWT. Hasbunallah wa nikmal wakil. Cukuplah Allah sebagai penolong kami,” tegas Ustadz Yusuf di hadapan puluhan alumni jamaah haji.
Ia menjelaskan, Islam adalah agama hanif. Hanif berarti meningkat, lurus, murni, dan cenderung pada kebenaran.
"Ibrahim bukan Yahudi dan bukan Nasrani. Ibrahim adalah seorang hanif lagi berserah diri. Ini yang harus kita pegang," lanjutnya.
Lebih jauh lagi, Ustadz Yusuf menyebut ibadah haji bukan sekedar rangkaian ritual di Tanah Suci. Haji adalah panggilan untuk komitmen dan konsistensi dalam bertauhid. Hijrah pun merupakan bagian dari pendidikan agama dan bentuk komitmen pada warisan Nabi Ibrahim.
Puncak dari seluruh rangkaian ibadah haji adalah meraih predikat mabrur. Menurutnya, mabrur adalah ketaatan dan kebaikan yang meliputi daratan dan tidak bertepi. Haji mabrur adalah haji yang diterima Allah.
“Mabrur itu bukan hanya gelar setelah pulang haji. Tapi mabrur sepanjang umur. Istiqomah pada semangat tauhid, pada agama yang hanif, pada pendidikan keluarga, dan pada pengabdian,” pesan Ustadz Yusuf menutup tausiyah.
Pengajian yang berlangsung khidmat ini menghadirkan alumni KBIH Aisyiyah 2026.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
