Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Sofyan Hadi

Mahasiswa KKN Dampingi Penguatan Literasi dan Numerasi Siswa SDN Magersari

Pendidikan dan Literasi | 2026-08-19 15:31:07

KENDAL — Belajar membaca, memahami informasi, dan berhitung tidak selalu harus berlangsung dalam suasana yang kaku. Hal tersebut menjadi pendekatan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang saat mendampingi proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa kelas 3 SDN Magersari, Desa Magersari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, pada Sabtu (25/7/2026).

Sebanyak 25 siswa mengikuti kegiatan pendampingan yang dikemas melalui permainan edukatif berbasis literasi dan numerasi. Pendekatan tersebut digunakan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif sekaligus membantu siswa mengasah kemampuan dasar yang mereka gunakan dalam proses pembelajaran sehari-hari.

Kegiatan tidak hanya menempatkan siswa sebagai penerima materi, tetapi mendorong mereka untuk terlibat secara aktif dalam permainan dan tantangan yang diberikan. Melalui aktivitas tersebut, mahasiswa berupaya mengintegrasikan kemampuan literasi dan numerasi ke dalam suasana belajar yang lebih menyenangkan.

Literasi dan numerasi merupakan kemampuan fundamental dalam pendidikan. Literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi dan menggunakannya untuk memperoleh pengetahuan. Sementara itu, numerasi berkaitan dengan kemampuan menggunakan konsep dan keterampilan matematika untuk memahami serta menyelesaikan berbagai persoalan.

Bagi siswa sekolah dasar, penguatan kedua kemampuan tersebut menjadi penting karena menjadi fondasi untuk mengikuti pembelajaran pada berbagai mata pelajaran. Karena itu, pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih secara langsung dapat menjadi bagian dari proses membangun kemampuan tersebut.

Koordinator Desa KKN MIT KE-22 UIN Walisongo Semarang posko 190, Sofyan, mengatakan bahwa pendampingan pembelajaran tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran guru, melainkan menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik bagi siswa.

“Kami ingin anak-anak tidak melihat literasi dan numerasi sebagai sesuatu yang sulit atau membosankan. Melalui permainan edukatif, kami mencoba membuat mereka belajar sambil bermain, sehingga mereka tetap mendapatkan materi tetapi suasana belajarnya lebih menyenangkan,” ujar Sofyan.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung kebutuhan dan karakter siswa di lingkungan sekolah.

“Bagi kami, kegiatan ini bukan hanya tentang memberikan materi kepada siswa. Kami juga belajar bagaimana mendampingi anak-anak dengan karakter dan kemampuan yang berbeda. Harapannya, pengalaman sederhana ini dapat memberikan kesan positif terhadap kegiatan belajar mereka,” lanjutnya.

Selama kegiatan berlangsung, siswa mengikuti permainan yang dirancang untuk melatih aspek literasi dan numerasi. Aktivitas tersebut memberikan ruang kepada siswa untuk membaca, memahami, berpikir, serta menggunakan kemampuan berhitung melalui aktivitas yang dikemas secara edukatif.

Pendekatan permainan dipilih karena proses belajar pada usia sekolah dasar tidak terlepas dari kebutuhan siswa untuk mendapatkan pengalaman belajar yang aktif dan menyenangkan. Dengan suasana tersebut, siswa memiliki kesempatan untuk berpartisipasi secara langsung, bukan hanya mendengarkan penjelasan.

Kehadiran mahasiswa KKN dalam kegiatan pembelajaran juga menjadi bagian dari bentuk pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan. Mahasiswa tidak hanya membawa program dari kampus, tetapi berupaya menyesuaikannya dengan lingkungan dan kebutuhan masyarakat, termasuk melalui keterlibatan langsung dalam aktivitas pendidikan di desa.

Pendampingan di SDN Magersari diharapkan menjadi salah satu langkah kecil dalam mendorong penguatan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa proses pendidikan tidak hanya berlangsung melalui penyampaian materi, tetapi juga melalui bagaimana anak mendapatkan pengalaman belajar yang membuat mereka tertarik untuk terus belajar.

Bagi mahasiswa KKN, ruang kelas menjadi salah satu tempat untuk mengimplementasikan semangat pengabdian melalui cara yang sederhana. Melalui permainan, interaksi, dan pendampingan, mahasiswa berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga membuat proses belajar menjadi lebih bermakna bagi siswa.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image